2013, Ciputra targetkan marketing sales tumbuh 20%
Minggu, 25 November 2012 - 18:02 WIB
2013, Ciputra targetkan marketing sales tumbuh 20%
A
A
A
Sindonews.com - PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) menargetkan marketing sales pada tahun depan akan bertumbuh hingga 20 persen dibanding tahun ini, dengan demikian nilainya sekitar Rp3,48 triliun. Perseroan telah merevisi target marketing sales hingga akhir tahun ini dari Rp2,1 triliun menjadi Rp2,9 triliun.
Direktur Utama CTRS Harun Hajadi mengatakan, salah satu rencana ekspansi perseroan di tahun depan akan memulai penjualan perumahan model township di Medan. Residensial dengan nama Citraland Bagya City tersebut mempunyai total lahan seluas 68 hektar (ha), yang mulai dibangun sejak tiga bulan lalu.
"Kami akan mulai penjualan tahap pertama residensial di Medan pada awal tahun depan," ujar Harun saat dihubungi akhir pekan lalu di Jakarta.
Dia mengatakan, perumahan tersebut akan dijual dalam tujuh tahap. Pada tahap pertama, hanya akan dijual 250 unit pada lahan 10 ha. Harga yang ditawarkan senilai Rp600 juta hingga Rp2 miliar per unitnya.
Nantinya setiap kuartal akan dilanjutkan dengan penjualan tahap berikutnya. Pembangunan ini menghabiskan investasi Rp1 triliun, dibagi dua dengan satu mitra lokal yang menyediakan lahan. "Kami berinvetasi dengan anggaran kas internal," ujar dia.
Harun juga menjelaskan pada kawasan tersebut terdapat commercial land untuk pertokoan. Nantinya dalam penjualan tahap pertama akan dijual 100 unit ruko atau sekitar 10 persen dari total.
Sedangkan sisa unitnya akan dibangun setelah melihat pertumbuhan pembeli tahap pertama. "Sisa unit akan dijual setelah perumahan cukup ramai," ujar dia.
Dia juga mengatakan, perseroan pada tahun depan berencana membangun apartemen di Jakarta. Namun, dia belum bersedia menjelaskannya. "Proyeknya masih belum bisa dijelaskan," ujarnya.
Sementara Direktur CTRS Sutoto Yakobus mengatakan, kontribusi pendapatan perseroan di tahun ini datang dari proyek Citraland dan Ciputra World di Surabaya. Keduanya menyumbangkan lebih dari 50 persen pendapatan perseroan yang hingga kuartal III tahun ini mencapai Rp379 miliar.
Nilai tersebut naik 31,4 persen dari pendapatan Kuartal II senilai Rp288,5 milar. "Sumber pendapatan utama kami dari proyek di Surabaya," ujar Sutoto saat dihubungi akir pekan lalu.
Perseroan akan melakukan ekspansi lokasi usaha ke kota kota seperti, Palu, Semarang, Medan, dan Yogyakarta. Kota kota tersebut dinilai mempunyai daya beli yang kuat dan juga tingkat persaingan perumahan kelas menengah masih belum tinggi.
Direktur Utama CTRS Harun Hajadi mengatakan, salah satu rencana ekspansi perseroan di tahun depan akan memulai penjualan perumahan model township di Medan. Residensial dengan nama Citraland Bagya City tersebut mempunyai total lahan seluas 68 hektar (ha), yang mulai dibangun sejak tiga bulan lalu.
"Kami akan mulai penjualan tahap pertama residensial di Medan pada awal tahun depan," ujar Harun saat dihubungi akhir pekan lalu di Jakarta.
Dia mengatakan, perumahan tersebut akan dijual dalam tujuh tahap. Pada tahap pertama, hanya akan dijual 250 unit pada lahan 10 ha. Harga yang ditawarkan senilai Rp600 juta hingga Rp2 miliar per unitnya.
Nantinya setiap kuartal akan dilanjutkan dengan penjualan tahap berikutnya. Pembangunan ini menghabiskan investasi Rp1 triliun, dibagi dua dengan satu mitra lokal yang menyediakan lahan. "Kami berinvetasi dengan anggaran kas internal," ujar dia.
Harun juga menjelaskan pada kawasan tersebut terdapat commercial land untuk pertokoan. Nantinya dalam penjualan tahap pertama akan dijual 100 unit ruko atau sekitar 10 persen dari total.
Sedangkan sisa unitnya akan dibangun setelah melihat pertumbuhan pembeli tahap pertama. "Sisa unit akan dijual setelah perumahan cukup ramai," ujar dia.
Dia juga mengatakan, perseroan pada tahun depan berencana membangun apartemen di Jakarta. Namun, dia belum bersedia menjelaskannya. "Proyeknya masih belum bisa dijelaskan," ujarnya.
Sementara Direktur CTRS Sutoto Yakobus mengatakan, kontribusi pendapatan perseroan di tahun ini datang dari proyek Citraland dan Ciputra World di Surabaya. Keduanya menyumbangkan lebih dari 50 persen pendapatan perseroan yang hingga kuartal III tahun ini mencapai Rp379 miliar.
Nilai tersebut naik 31,4 persen dari pendapatan Kuartal II senilai Rp288,5 milar. "Sumber pendapatan utama kami dari proyek di Surabaya," ujar Sutoto saat dihubungi akir pekan lalu.
Perseroan akan melakukan ekspansi lokasi usaha ke kota kota seperti, Palu, Semarang, Medan, dan Yogyakarta. Kota kota tersebut dinilai mempunyai daya beli yang kuat dan juga tingkat persaingan perumahan kelas menengah masih belum tinggi.
(rna)
Lihat Juga :