Menaikan kuota impor daging bertentangan dengan UU
Senin, 26 November 2012 - 18:38 WIB
Menaikan kuota impor daging bertentangan dengan UU
A
A
A
Sindonews.com - Komisi IV DPR menilai, rencana pemerintah menaikkan kuota impor daging menyalahi UU Pangan pasal 14 ayat (2), dimana impor hanya bisa dilakukan manakala produksi dalam negeri tidak mencukupi.
Ketua Komisi IV DPR M Romahurmuziy mengatakan, Direktorat Jenderal Pertenakan Kementerian Pertanian (Ditjennak Kementan) sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam manajemen stok pangan subsektor ternak, sudah berkali-kali meyakinkan pasca koordinasi dengan seluruh asosiasi peternak, bahwa stok itu ada. Dan stok ini akan digunakan utk menormalisasi harga.
Harga-harga mulai kemarin terpantau sudah berangsur normal. Komisi IV DPR, kata Romy sapaan akrab Romahurmuzy, juga sudah menemukan adanya bukti-bukti rekayasa kenaikan harga dan kelangkaan daging sapi ini sebagai gerakan sepihak untuk menopang tuntutan adanya kenaikan kuota impor daging.
"Tapi ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai institusi yang bukan tupoksinya mengurus stok ternak justru menyuarakan perlunya kenaikan kuota impor. Ada apa ini?" tanya Romy dalam rilis yang diterima Sindonews di Jakarta, Senin (26/11/2012).
Tahun 2010 yang lalu, lanjut Romy, peternak kita mendapati harga sapi hidup yang demikian rendah, pada kisaran Rp 20rb/kg, sehingga mereka merugi, dan tidak ada orang mau beternak sapi untuk pendapatannya. Sekarang ketika harga sapi bakalan hidup sedikit naik di atas harga ideal Rp 30-32 rb/kg, pemerintah melalui kemendag justru menghancurkan kuncup harapan yang baru mekar.
"Rencana kenaikan kuota impor inilah yang ditunggu-tunggu sebagai solusi oleh siapapun perekayasa kenaikan harga dan kelangkaan daging sapi ini," lanjutnya.
Barangkali, Romy menduga, lobi mereka memang lebih kuat, dan para peternak kecil kita tidak mampu melobi. Makanya dalam kondisi ini, para peternak selalu dalam posisi dikalahkan. Untuk itu, Komisi IV sekali lagi mengingatkan pemerintah, untuk berdisiplin dengan rencana aksi menopang swasembada daging sapi 2014.
"Jangan institusi-institusi pemerintah sendiri satu sama lain menghancurkan rencana strategisnya sendiri," tegas Sekretaris Jenderal DPP PPP ini.
Romy menekankan, jangan sakiti hati peternak kecil, jangankan dilaksanakan, baru disuarakan saja rencana kenaikan kuota impor daging sudah akan memukul harga.
"Mau berapa kali lagi pemerintah belajar, utk menghindarkan peternak kecil kita dari anasir neolibaralis?," tegas wakil Dapil Jateng VII ini menutup keterangannya.
Ketua Komisi IV DPR M Romahurmuziy mengatakan, Direktorat Jenderal Pertenakan Kementerian Pertanian (Ditjennak Kementan) sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam manajemen stok pangan subsektor ternak, sudah berkali-kali meyakinkan pasca koordinasi dengan seluruh asosiasi peternak, bahwa stok itu ada. Dan stok ini akan digunakan utk menormalisasi harga.
Harga-harga mulai kemarin terpantau sudah berangsur normal. Komisi IV DPR, kata Romy sapaan akrab Romahurmuzy, juga sudah menemukan adanya bukti-bukti rekayasa kenaikan harga dan kelangkaan daging sapi ini sebagai gerakan sepihak untuk menopang tuntutan adanya kenaikan kuota impor daging.
"Tapi ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai institusi yang bukan tupoksinya mengurus stok ternak justru menyuarakan perlunya kenaikan kuota impor. Ada apa ini?" tanya Romy dalam rilis yang diterima Sindonews di Jakarta, Senin (26/11/2012).
Tahun 2010 yang lalu, lanjut Romy, peternak kita mendapati harga sapi hidup yang demikian rendah, pada kisaran Rp 20rb/kg, sehingga mereka merugi, dan tidak ada orang mau beternak sapi untuk pendapatannya. Sekarang ketika harga sapi bakalan hidup sedikit naik di atas harga ideal Rp 30-32 rb/kg, pemerintah melalui kemendag justru menghancurkan kuncup harapan yang baru mekar.
"Rencana kenaikan kuota impor inilah yang ditunggu-tunggu sebagai solusi oleh siapapun perekayasa kenaikan harga dan kelangkaan daging sapi ini," lanjutnya.
Barangkali, Romy menduga, lobi mereka memang lebih kuat, dan para peternak kecil kita tidak mampu melobi. Makanya dalam kondisi ini, para peternak selalu dalam posisi dikalahkan. Untuk itu, Komisi IV sekali lagi mengingatkan pemerintah, untuk berdisiplin dengan rencana aksi menopang swasembada daging sapi 2014.
"Jangan institusi-institusi pemerintah sendiri satu sama lain menghancurkan rencana strategisnya sendiri," tegas Sekretaris Jenderal DPP PPP ini.
Romy menekankan, jangan sakiti hati peternak kecil, jangankan dilaksanakan, baru disuarakan saja rencana kenaikan kuota impor daging sudah akan memukul harga.
"Mau berapa kali lagi pemerintah belajar, utk menghindarkan peternak kecil kita dari anasir neolibaralis?," tegas wakil Dapil Jateng VII ini menutup keterangannya.
(gpr)
Lihat Juga :