REI optimistis penjualan terlampaui
Selasa, 27 November 2012 - 08:58 WIB
REI optimistis penjualan terlampaui
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi properti nasional, Real Estat Indonesia (REI) optimistis penjualan properti baik untuk rumah tapak (landed house) maupun apartemen (rumah horizontal) yang tergabung dalam asosiasinya terlampaui sebanyak 400.000 unit hingga akhir 2012 ini.
REI menyebutkan, hingga akhir bulan lalu hunian yang telah terjual mencapai sekitar 80 persen dari target.
“Tingginya tingkat permintaan sektor properti di Indonesia, masih menjadi faktor utama pendorong penjualan hunian di Tanah Air. Meskipun rumah di bawah tipe 36 sempat terkendala aturan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari pemerintah, namun bisa kami siasati dengan kredit komersial dari beberapa perbankan,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat REI Setyo Maharso seusai menghadiri jumpa pers persiapan FIABCI Indonesia-BNI Prix d’Excellence Awards di Jakarta, kemarin.
Dia mengatakan, target penjualan rumah REI hingga 400.000 unit hunian tahun ini rinciannya adalah 50 persen atau sebanyak 214.000 unit rumah terdiri dari rumah menengah ke bawah dalam kisaran harga di bawah Rp150 juta.
Kemudian, sebanyak 30 persen untuk rumah menengah dengan harga Rp150–500 juta, 10 persen berupa apartemen dan rumah di atas Rp1 miliar dan 20 persen di atas Rp500 juta untuk rumah menengah ke atas.
Menurut dia, beberapa penyelenggaraan pameran properti yang diadakan REI pada pertengahan tahun ini, juga turut mendongkrak penjualan properti selama kurun waktu satu tahun terakhir. Pameran-pameran ini, kata Setyo, diharapkan terus menambah pembelian rumah baik pada saat penyelenggaraan berlangsung, maupun setelah acara ditutup.
REI memperkirakan, penjualan properti REI pada 2013 dapat meningkat sekitar 20 persen, naik dari pertumbuhan penjualan tahun ini sebesar 15- 17 persen dari tahun sebelumnya.
Ketua Kompartemen REI Johannes Tulung mengatakan, Federation International des Administrateurs de Bien-Conselis Immobiliers (FIABCI) Indonesia atau Federasi Real Estat Internasional untuk Wilayah Indonesia menggelar penghargaan berkualitas untuk karya real estat terbaik. Penghargaan ini akan diberikan kepada pengembang yang berhasil membangun produk properti terbaik bagi masyarakat.
REI menyebutkan, hingga akhir bulan lalu hunian yang telah terjual mencapai sekitar 80 persen dari target.
“Tingginya tingkat permintaan sektor properti di Indonesia, masih menjadi faktor utama pendorong penjualan hunian di Tanah Air. Meskipun rumah di bawah tipe 36 sempat terkendala aturan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari pemerintah, namun bisa kami siasati dengan kredit komersial dari beberapa perbankan,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat REI Setyo Maharso seusai menghadiri jumpa pers persiapan FIABCI Indonesia-BNI Prix d’Excellence Awards di Jakarta, kemarin.
Dia mengatakan, target penjualan rumah REI hingga 400.000 unit hunian tahun ini rinciannya adalah 50 persen atau sebanyak 214.000 unit rumah terdiri dari rumah menengah ke bawah dalam kisaran harga di bawah Rp150 juta.
Kemudian, sebanyak 30 persen untuk rumah menengah dengan harga Rp150–500 juta, 10 persen berupa apartemen dan rumah di atas Rp1 miliar dan 20 persen di atas Rp500 juta untuk rumah menengah ke atas.
Menurut dia, beberapa penyelenggaraan pameran properti yang diadakan REI pada pertengahan tahun ini, juga turut mendongkrak penjualan properti selama kurun waktu satu tahun terakhir. Pameran-pameran ini, kata Setyo, diharapkan terus menambah pembelian rumah baik pada saat penyelenggaraan berlangsung, maupun setelah acara ditutup.
REI memperkirakan, penjualan properti REI pada 2013 dapat meningkat sekitar 20 persen, naik dari pertumbuhan penjualan tahun ini sebesar 15- 17 persen dari tahun sebelumnya.
Ketua Kompartemen REI Johannes Tulung mengatakan, Federation International des Administrateurs de Bien-Conselis Immobiliers (FIABCI) Indonesia atau Federasi Real Estat Internasional untuk Wilayah Indonesia menggelar penghargaan berkualitas untuk karya real estat terbaik. Penghargaan ini akan diberikan kepada pengembang yang berhasil membangun produk properti terbaik bagi masyarakat.
(rna)
Lihat Juga :