IHSG diprediksi berpeluang rebound
Rabu, 28 November 2012 - 08:19 WIB
IHSG diprediksi berpeluang rebound
A
A
A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diproyeksi rebound dengan merespon pergerakan bursa-bursa regional.
"Pada perdagangan hari ini, diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.315-4.320 dan resistance 4.344-4.352," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Rabu (28/11/2012).
IHSG berpola three river evening star dan kembali mendekati middle bollinger bands. MACD tertahan membentuk golden cross dengan histogram negatif yang mendatar.
RSI, William's %R, dan Stochastic mulai bergerak turun dari area overbought. IHSG sedikit terkonsolidasi setelah mencapai rekor tertinggi terbaru dan menunggu sentimen selanjutnya.
Secara teknikal, akan terbuka peluang pelemahan bila sentimen yang ada tidak cukup kuat menahan penurunan yang terjadi.
"Akan tetapi, bila sentimen yang ada mulai menunjukkan sisi positif, terutama jika didukung dengan laju bursa saham regional dan global yang kembali menghijau, maka akan berimbas positif bagi rebound-nya IHSG," simpul dia.
Pergerakan IHSG hari sebelumnya terhambat dengan laju bursa saham AS dan Eropa sebelumnya yang bertengger di zona merah setelah pelaku pasar menantikan pembahasan selanjutnya mengenai kepastian pemberian bailout kepada Yunani dan pembahasan fiscal cliff AS pasca libur Thanksgiving Day.
Di sisi lain, bersamaan dengan pencapaian IHSG menyentuh new high level sehingga dimanfaatkan untuk profit taking sembari menunggu sentimen selanjutnya.
Meskipun beberapa bursa saham Asia ada yang mulai menghijau namun, pelemahan pada HSI & Shanghai membuat IHSG sulit keluar dari teritori merah.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.381,75 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.333,04 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.337,51.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pergerakan nilai tukar rupiah masih bergerak positif setelah pelaku pasar melihat adanya harapan dari kepastian pemberian bailout Yunani dengan sikap para Menkeu Uni Eropa yang mulai melunak dan memberikan keringanan pembayaran cicilan utang.
"Di sisi lain, penguatan terbatas dengan fokus pasar kembali pada masalah fiscal cliff karena kian dekatnya tenggat waktu jelang akhir tahun 2012," sambung dia.
Beredar spekulasi dimana Pemerintah AS dan kongres akan memutuskan kenaikan pajak namun, dengan jumlah tidak terlalu besar dan pengurangan pemangkasan pengeluaran sehingga nantinya tidak akan mencapai USD600 miliar. Dengan demikian, fiscal cliff- nya tidak terlalu dalam.
Bursa saham Asia mayoritas bertahan di zona positif karena rencana para MenKeu Uni Eropa yang akan memangkas beban pinjaman bagi Yunani dan memberikan kelonggaran pembayaran cicilan utang. Di sisi lain, kenaikan laba bersih pada banyak emiten industrial China turut direspon positif.
Sementara untuk bursa saham China dan Hong Kong justru melanjutkan pelemahan setelah saham-saham material dan kesehatan memimpin penurunan dan anggapan Pemerintahan yang baru akan mengurangi kebijakan stimulus setelah adanya sentimen positif dari kenaikan kinerja emiten industrial tersebut.
Sampai dengan ulasan ini dibuat, pasar saham Eropa cenderung positif seiring dengan disetujuinya kesepakatan bailout dan pemberian keringanan bagi Yunani untuk melakukan pelunasan agar dapat mencapai target fiskalnya.
Di sisi lain, diharapkan bursa saham AS bisa ikut bergerak positif meski cenderung bervariatif jelang rilis data durable goods orders bulanan dan consumer confidence. "Di sisi lain, kemungkinan pelaku pasar juga masih mencermati pembahasan lanjutan fiscal cliff," ujar Reza.
"Pada perdagangan hari ini, diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.315-4.320 dan resistance 4.344-4.352," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Rabu (28/11/2012).
IHSG berpola three river evening star dan kembali mendekati middle bollinger bands. MACD tertahan membentuk golden cross dengan histogram negatif yang mendatar.
RSI, William's %R, dan Stochastic mulai bergerak turun dari area overbought. IHSG sedikit terkonsolidasi setelah mencapai rekor tertinggi terbaru dan menunggu sentimen selanjutnya.
Secara teknikal, akan terbuka peluang pelemahan bila sentimen yang ada tidak cukup kuat menahan penurunan yang terjadi.
"Akan tetapi, bila sentimen yang ada mulai menunjukkan sisi positif, terutama jika didukung dengan laju bursa saham regional dan global yang kembali menghijau, maka akan berimbas positif bagi rebound-nya IHSG," simpul dia.
Pergerakan IHSG hari sebelumnya terhambat dengan laju bursa saham AS dan Eropa sebelumnya yang bertengger di zona merah setelah pelaku pasar menantikan pembahasan selanjutnya mengenai kepastian pemberian bailout kepada Yunani dan pembahasan fiscal cliff AS pasca libur Thanksgiving Day.
Di sisi lain, bersamaan dengan pencapaian IHSG menyentuh new high level sehingga dimanfaatkan untuk profit taking sembari menunggu sentimen selanjutnya.
Meskipun beberapa bursa saham Asia ada yang mulai menghijau namun, pelemahan pada HSI & Shanghai membuat IHSG sulit keluar dari teritori merah.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.381,75 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.333,04 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.337,51.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pergerakan nilai tukar rupiah masih bergerak positif setelah pelaku pasar melihat adanya harapan dari kepastian pemberian bailout Yunani dengan sikap para Menkeu Uni Eropa yang mulai melunak dan memberikan keringanan pembayaran cicilan utang.
"Di sisi lain, penguatan terbatas dengan fokus pasar kembali pada masalah fiscal cliff karena kian dekatnya tenggat waktu jelang akhir tahun 2012," sambung dia.
Beredar spekulasi dimana Pemerintah AS dan kongres akan memutuskan kenaikan pajak namun, dengan jumlah tidak terlalu besar dan pengurangan pemangkasan pengeluaran sehingga nantinya tidak akan mencapai USD600 miliar. Dengan demikian, fiscal cliff- nya tidak terlalu dalam.
Bursa saham Asia mayoritas bertahan di zona positif karena rencana para MenKeu Uni Eropa yang akan memangkas beban pinjaman bagi Yunani dan memberikan kelonggaran pembayaran cicilan utang. Di sisi lain, kenaikan laba bersih pada banyak emiten industrial China turut direspon positif.
Sementara untuk bursa saham China dan Hong Kong justru melanjutkan pelemahan setelah saham-saham material dan kesehatan memimpin penurunan dan anggapan Pemerintahan yang baru akan mengurangi kebijakan stimulus setelah adanya sentimen positif dari kenaikan kinerja emiten industrial tersebut.
Sampai dengan ulasan ini dibuat, pasar saham Eropa cenderung positif seiring dengan disetujuinya kesepakatan bailout dan pemberian keringanan bagi Yunani untuk melakukan pelunasan agar dapat mencapai target fiskalnya.
Di sisi lain, diharapkan bursa saham AS bisa ikut bergerak positif meski cenderung bervariatif jelang rilis data durable goods orders bulanan dan consumer confidence. "Di sisi lain, kemungkinan pelaku pasar juga masih mencermati pembahasan lanjutan fiscal cliff," ujar Reza.
(rna)
Lihat Juga :