Indocement siapkan capex Rp3 T
Jum'at, 30 November 2012 - 10:08 WIB
Indocement siapkan capex Rp3 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) anggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp2,5–3 triliun sepanjang 2013. Capex tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik semen dengan kapasitas 4,4 juta ton per tahun yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat.
“Capex tersebut dananya akan kami ambil dari kas internal karena per kuartal III/2012 kas kami mencapai Rp8,6 triliun,” ujar Direktur Keuangan INTP Tju Lie Sukanto di Jakarta baru-baru ini.
Dia menjelaskan, pembangunan pabrik di Citeureup tersebut menelan investasi USD 572–1 miliar, dengan harapan rampung pada 2015. Selain di Jawa Barat, perseroan berencana untuk membangun pabrik semen di Jawa Tengah dan Luar Jawa.
Hal ini guna mengembangkan bisnis semen merek tiga roda sehingga bisa meraup pangsa pasar lebih luas. “Kedua pabrik tersebut kemungkinan memiliki kapasitas yang sama yakni 2,5 juta ton per tahun,” paparnya.
Sukanto memproyeksikan, investasi untuk pembangunan kedua pabrik itu menelan dana USD250–300 per ton. Berarti, perusahaan Salim Group ini harus menyiapkan dana USD1,2–1,5 miliar untuk membangun kedua pabrik barunya.
Selain itu, perseroan tengah membangun pabrik penggilingan semen dengan total kapasitas mencapai 1,9 juta ton per tahun yang berlokasi di Citeureup. Untuk pabrik ini, ditargetkan selesai tahun depan.
Kapasitas produksi 2013, Sukanto menargetkan menjadi 20,5 juta, berarti akan mengalami pertumbuhan 10,22 persen dibandingkan total kapasitas produksi terpasang pada 2012 sebanyak 18,6 juta ton.
“Target produksi tersebut akan ditopang dari penyelesaian pabrik baru pada kuartal IV,” jelasnya.
Seperti diketahui, sepanjang kuartal III/2012 volume penjualan INTP naik 14 persen menjadi 13 juta ton. Dengan rincian 12,9 juta ton dijual untuk pasar domestik, sisanya ekspor. Sedangkan, pendapatan mengalami pertumbuhan 26,5 persen menjadi Rp12,3 triliun dari Rp9,7 triliun.
Sementara, untuk laba bersih naik signifikan sebesar 30 persen menjadi Rp3,3 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp2,5 triliun. Corporate Secretary INTP Sahat Panggabean menam-bahkan, perseroan belum berencana menerbitkan obligasi atau aksi korporasi lainnya. Hal ini terkait keterlambatan perseroan menyampaikan laporan keuangan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) atau limited review.
“Capex tersebut dananya akan kami ambil dari kas internal karena per kuartal III/2012 kas kami mencapai Rp8,6 triliun,” ujar Direktur Keuangan INTP Tju Lie Sukanto di Jakarta baru-baru ini.
Dia menjelaskan, pembangunan pabrik di Citeureup tersebut menelan investasi USD 572–1 miliar, dengan harapan rampung pada 2015. Selain di Jawa Barat, perseroan berencana untuk membangun pabrik semen di Jawa Tengah dan Luar Jawa.
Hal ini guna mengembangkan bisnis semen merek tiga roda sehingga bisa meraup pangsa pasar lebih luas. “Kedua pabrik tersebut kemungkinan memiliki kapasitas yang sama yakni 2,5 juta ton per tahun,” paparnya.
Sukanto memproyeksikan, investasi untuk pembangunan kedua pabrik itu menelan dana USD250–300 per ton. Berarti, perusahaan Salim Group ini harus menyiapkan dana USD1,2–1,5 miliar untuk membangun kedua pabrik barunya.
Selain itu, perseroan tengah membangun pabrik penggilingan semen dengan total kapasitas mencapai 1,9 juta ton per tahun yang berlokasi di Citeureup. Untuk pabrik ini, ditargetkan selesai tahun depan.
Kapasitas produksi 2013, Sukanto menargetkan menjadi 20,5 juta, berarti akan mengalami pertumbuhan 10,22 persen dibandingkan total kapasitas produksi terpasang pada 2012 sebanyak 18,6 juta ton.
“Target produksi tersebut akan ditopang dari penyelesaian pabrik baru pada kuartal IV,” jelasnya.
Seperti diketahui, sepanjang kuartal III/2012 volume penjualan INTP naik 14 persen menjadi 13 juta ton. Dengan rincian 12,9 juta ton dijual untuk pasar domestik, sisanya ekspor. Sedangkan, pendapatan mengalami pertumbuhan 26,5 persen menjadi Rp12,3 triliun dari Rp9,7 triliun.
Sementara, untuk laba bersih naik signifikan sebesar 30 persen menjadi Rp3,3 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp2,5 triliun. Corporate Secretary INTP Sahat Panggabean menam-bahkan, perseroan belum berencana menerbitkan obligasi atau aksi korporasi lainnya. Hal ini terkait keterlambatan perseroan menyampaikan laporan keuangan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) atau limited review.
(rna)
Lihat Juga :