Fraksi PPP minta harga BBM subsidi naik
Sabtu, 01 Desember 2012 - 12:38 WIB
Fraksi PPP minta harga BBM subsidi naik
A
A
A
Sindonews.com - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan usulan kepada pemerintah untuk segera menaikkan harga BBM subsidi.
"Dari Fraksi saya (PPP) mengajukan kenaikan BBM karena sudah terlalu besar yang disubsidi pemerintah," kata Anggota DPR F-PPP Achmad Farial dalam Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).
Usulan F-PPP mengenai kenaikan harga BBM subsidi ini, menurut Farial, dilatarbelakangi oleh terlalu besarnya anggaran subsidi untuk BBM. Untuk tahun 2013, subsidi untuk BBM telah memakan dana hingga hampir Rp200 triliun. Beban pemerintah masih ditambah lagi dengan subsidi listrik sebesar Rp93 triliun. Akibatnya, anggaran untuk pembangunan menjadi sangat minim.
"Yang akan datang ini hampir Rp200 triliun subsidinya, atau sekitar USD20 miliar. Sedangkan anggaran pembangunan kita di bawah Rp200 triliun. Belum lagi subsidi listrik Rp93 triliun," jelas dia.
Sebelumnya, Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (IKA ITS) juga mengungkapkan gagasan serupa. IKA ITS meminta kenaikan harga BBM subsidi ini dilakukan sejak awal 2013.
“Kenaikan (BBM subsidi) sebaiknya dilakukan sejak awal tahun 2013,” ujar Ketua Umum IKA ITS Irnanda Laksanawan beberapa waktu lalu.
"Dari Fraksi saya (PPP) mengajukan kenaikan BBM karena sudah terlalu besar yang disubsidi pemerintah," kata Anggota DPR F-PPP Achmad Farial dalam Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (1/12/2012).
Usulan F-PPP mengenai kenaikan harga BBM subsidi ini, menurut Farial, dilatarbelakangi oleh terlalu besarnya anggaran subsidi untuk BBM. Untuk tahun 2013, subsidi untuk BBM telah memakan dana hingga hampir Rp200 triliun. Beban pemerintah masih ditambah lagi dengan subsidi listrik sebesar Rp93 triliun. Akibatnya, anggaran untuk pembangunan menjadi sangat minim.
"Yang akan datang ini hampir Rp200 triliun subsidinya, atau sekitar USD20 miliar. Sedangkan anggaran pembangunan kita di bawah Rp200 triliun. Belum lagi subsidi listrik Rp93 triliun," jelas dia.
Sebelumnya, Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (IKA ITS) juga mengungkapkan gagasan serupa. IKA ITS meminta kenaikan harga BBM subsidi ini dilakukan sejak awal 2013.
“Kenaikan (BBM subsidi) sebaiknya dilakukan sejak awal tahun 2013,” ujar Ketua Umum IKA ITS Irnanda Laksanawan beberapa waktu lalu.
(gpr)
Lihat Juga :