Masyarakat diminta tak borong BBM subsidi
Sabtu, 01 Desember 2012 - 15:51 WIB
Masyarakat diminta tak borong BBM subsidi
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) menegaskan, hari ini kondisi pasokan BBM bersubsidi secara nasional umumnya telah berjalan normal. Berdasarkan informasi terakhir, disebutkan masing-masing mencapai 103 persen dari pasokan normal untuk Premium dan 104 persen untuk Solar.
Namun, demi menjaga agar ketersediaan BBM subsidi tidak kembali terganggu, Pertamina meminta masyarakat untuk tidak membeli BBM subsidi di atas kebutuhan normal.
"Sekali lagi kami mengharapkan masyarakat membeli BBM bersubsidi sesuai dengan kebutuhan saja, tidak perlu membeli secara berlebih karena BBM bersubsidi cukup tersedia di SPBU, dan Pertamina menjamin pasokan aman,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir dalam keterangan tertulisnya hari ini di Jakarta, Sabtu (1/12/2012).
Ali menambahkan, stok BBM subsidi akan tetap aman selama konsumsi BBM subsidi masyarakat tetap seperti biasa tanpa ada aksi 'panic buying' seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. “Jika pembelian juga dilakukan secara normal, kami yakin BBM bersubsidi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," simpul dia.
Sejak kebijakan pemerintah untuk menjatah BBM bersubsidi (kitir) dicabut sementara pada 25 November 2012, Pertamina telah melakukan normalisasi pasokan BBM bersubsidi.
Normalisasi pasokan tersebut memang memerlukan waktu tidak cukup sehari, apalagi di daerah-daerah luar Jawa yang minim infrastruktur atau di Jakarta yang kerap terkendala oleh kemacetan.
Namun, demi menjaga agar ketersediaan BBM subsidi tidak kembali terganggu, Pertamina meminta masyarakat untuk tidak membeli BBM subsidi di atas kebutuhan normal.
"Sekali lagi kami mengharapkan masyarakat membeli BBM bersubsidi sesuai dengan kebutuhan saja, tidak perlu membeli secara berlebih karena BBM bersubsidi cukup tersedia di SPBU, dan Pertamina menjamin pasokan aman,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir dalam keterangan tertulisnya hari ini di Jakarta, Sabtu (1/12/2012).
Ali menambahkan, stok BBM subsidi akan tetap aman selama konsumsi BBM subsidi masyarakat tetap seperti biasa tanpa ada aksi 'panic buying' seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. “Jika pembelian juga dilakukan secara normal, kami yakin BBM bersubsidi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," simpul dia.
Sejak kebijakan pemerintah untuk menjatah BBM bersubsidi (kitir) dicabut sementara pada 25 November 2012, Pertamina telah melakukan normalisasi pasokan BBM bersubsidi.
Normalisasi pasokan tersebut memang memerlukan waktu tidak cukup sehari, apalagi di daerah-daerah luar Jawa yang minim infrastruktur atau di Jakarta yang kerap terkendala oleh kemacetan.
(gpr)
Lihat Juga :