BNBR jajaki kerjasama pabrik senilai RP1,5 T
Senin, 03 Desember 2012 - 15:36 WIB
BNBR jajaki kerjasama pabrik senilai RP1,5 T
A
A
A
Sindonews.com - Guna terus menunjang kinerja perseroan, PT Bakrie And Brother Tbk (BNBR) lewat anak usahanya PT Bakrie Tosanjaya tengah menjajaki ekspansi usaha ke sektor otomotif dengan perusahaan otomotif asal korea.
Direktur Utama BNBR, Bobby Gafur Umar mengatakan, langkah tersebut merupakan salah satu rencana strategis perseroan untuk fokus ke aset non publik dari penyedia suku cadang untuk kendaraan komersial jenis light truk.
Kendati belum mau membeberkan identitas calon partnernya, Perseroan menerangkan, akan bekerjasama dengan salah satu dari tiga calon partner perusahaan komponen otomotif asal Korea Selatan.
"Dalam waktu dekat kami akan segera bertemu dengan perwakilan mereka dan kemungkinan akan segera direalisasikan," ujar Bobby di Bakrie Tower, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Lebih lanjut dirinya menerangkan, aset patungan yang akan digarap bersama calon partnernya tersebut, akan dimiliki secara penuh hak kepemilikannya dalam lima tahun ke depan.
Guna mendanai aksi korporasi tersebut, diakui Boby, perseroan membutuhkan dana sebesar USD150 juta. "Realisasi dari dana tersebut akan didapat, bisa dari partner kita yang asal Korea Selatan itu, bisa juga dari pinjaman modal kepada pihak lain," ungkapnya.
Sebagai realisasinya, kata dia lagi, dana yang diperoleh akan digunakan untuk membangun aset berupa sebuah pabrik yang memproduksi onderdil kendaraan jenis light truck.
Diakuinya pula, perseroan saat ini sedang dalam proses persiapan lahan di daerah Cikarang, Tangerang ataupun juga opsi lahan lainnya yakni menggunakan lahan yang telah dimiliki BNBR di wilayah Bekasi.
"Untuk bisnis ini, kami mungkin akan mulai (menyertakan modal atas kepemilikan saham di Bakrie Tosanjaya) di 20 persen terlebih dahulu. Akan tetapi begitu pabrik tersebut sudah berjalan, kami akan menaikkan porsi kepemilikan di sana dengan penambahan modal dan alih teknologi dalam beberapa tahun mendatang," papar Bobby.
Direktur Utama BNBR, Bobby Gafur Umar mengatakan, langkah tersebut merupakan salah satu rencana strategis perseroan untuk fokus ke aset non publik dari penyedia suku cadang untuk kendaraan komersial jenis light truk.
Kendati belum mau membeberkan identitas calon partnernya, Perseroan menerangkan, akan bekerjasama dengan salah satu dari tiga calon partner perusahaan komponen otomotif asal Korea Selatan.
"Dalam waktu dekat kami akan segera bertemu dengan perwakilan mereka dan kemungkinan akan segera direalisasikan," ujar Bobby di Bakrie Tower, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Lebih lanjut dirinya menerangkan, aset patungan yang akan digarap bersama calon partnernya tersebut, akan dimiliki secara penuh hak kepemilikannya dalam lima tahun ke depan.
Guna mendanai aksi korporasi tersebut, diakui Boby, perseroan membutuhkan dana sebesar USD150 juta. "Realisasi dari dana tersebut akan didapat, bisa dari partner kita yang asal Korea Selatan itu, bisa juga dari pinjaman modal kepada pihak lain," ungkapnya.
Sebagai realisasinya, kata dia lagi, dana yang diperoleh akan digunakan untuk membangun aset berupa sebuah pabrik yang memproduksi onderdil kendaraan jenis light truck.
Diakuinya pula, perseroan saat ini sedang dalam proses persiapan lahan di daerah Cikarang, Tangerang ataupun juga opsi lahan lainnya yakni menggunakan lahan yang telah dimiliki BNBR di wilayah Bekasi.
"Untuk bisnis ini, kami mungkin akan mulai (menyertakan modal atas kepemilikan saham di Bakrie Tosanjaya) di 20 persen terlebih dahulu. Akan tetapi begitu pabrik tersebut sudah berjalan, kami akan menaikkan porsi kepemilikan di sana dengan penambahan modal dan alih teknologi dalam beberapa tahun mendatang," papar Bobby.
(gpr)
Lihat Juga :