Selamat merayakan Natal & Tahun Baru tanpa kekurangan BBM
Minggu, 09 Desember 2012 - 16:42 WIB
Selamat merayakan Natal & Tahun Baru tanpa kekurangan BBM
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (persero) memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk liburan Natal dan Tahun Baru aman. Hal ini setelah adanya tambahan kuota sebesar 1,2 juta kiloliter sebelumnya oleh pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Jadi selamat merayakan Natal dan Tahun Baru tanpa khawatir ada kekurangan BBM. Stoknya aman," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Senayan, Jakarta, Minggu (9/12/2012).
Hanung mencatat, kenaikan pada waktu ini sebetulnya tidak terlalu besar. Proyeksinya hanya akan ada kenaikan sebesar satu hingga sua persen dibanding hari biasa. Diketahui konsumsi dalam waktu normal premium 27 ribu KL per hari solar 44 ribu KL per hari.
"Kalau tahun baru itu Jakarta dan Bali saja yang naik. Kalau Natal Jakarta, Sumatera Utara dan Sulawesi Utara," jelas Hanung.
Disisi lain, terkait pembagian dari tambahan 1,2 juta KL, Hanung mengaku telah laksanakan rapat dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Nantinya pembagian akan dilakukan per Kabupaten sesuai dengan kebutuhan.
"Bukan dibagi rata, tapi dibagi sesuai dengan kebutuhan, akhir tahun nggak akan ada kekurangan," tutupnya.
"Jadi selamat merayakan Natal dan Tahun Baru tanpa khawatir ada kekurangan BBM. Stoknya aman," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Senayan, Jakarta, Minggu (9/12/2012).
Hanung mencatat, kenaikan pada waktu ini sebetulnya tidak terlalu besar. Proyeksinya hanya akan ada kenaikan sebesar satu hingga sua persen dibanding hari biasa. Diketahui konsumsi dalam waktu normal premium 27 ribu KL per hari solar 44 ribu KL per hari.
"Kalau tahun baru itu Jakarta dan Bali saja yang naik. Kalau Natal Jakarta, Sumatera Utara dan Sulawesi Utara," jelas Hanung.
Disisi lain, terkait pembagian dari tambahan 1,2 juta KL, Hanung mengaku telah laksanakan rapat dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Nantinya pembagian akan dilakukan per Kabupaten sesuai dengan kebutuhan.
"Bukan dibagi rata, tapi dibagi sesuai dengan kebutuhan, akhir tahun nggak akan ada kekurangan," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :