Ini 'hujan' pertanyaan untuk Dahlan di Komisi XI
Kamis, 13 Desember 2012 - 18:22 WIB
Ini 'hujan' pertanyaan untuk Dahlan di Komisi XI
A
A
A
Sindonews.com - Kehadiran Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sepertinya sangat ditunggu oleh para anggota Komisi XI DPR RI. Bagaimana tidak, diluar agenda pembahasan privatisasi PT Semen Baturaja (persero), banyak pertanyaan dan pernyataan para wakil rakyat tersebut diluar pembahasan utama.
Sekitar pukul 17.00 WIB, rapat dimulai dengan hadirnya Dahlan dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Saat Ketua Komisi XI Emir Moeis mencabut penundaan atas skorsing rapat kerja, Emir memastikan pembahasan utama adalah penjelasan Dahlan soal privatisasi perusahaan semen pelat merah yang akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) tersebut.
"Pada dasarnya delapan fraksi sudah setuju (IPO), tinggal mendengar penjelasan pak Dahlan saja," ungkap Emir saat Rapat Kerja di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (13/12/2012)
Kemudian para anggota diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan untuk Dahlan Iskan. Akan tetapi, dari sembilan penanya, ada beberapa pernyataan yang terlihat melebar dari pembahasan.
Berikut adalah beberapa pernyataan tersebut,
Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI-P Dolfi OFP
"Secara konstitusi dikuasai oleh negara itu, artinya kekuasaan dalam pengurusan dan pengeloaan dan pengawasan. Konsep dari roadmap, itu pasal 33 UUD. Saya ingin dapat penjelasan privatisasi dengan kekuasaan negara. Asas-asas dalam restrukturisasi BUMN. Di sini saya tidak lihat perbandingan sebelum dan sesudah," kata Dolpi.
Zaini Rahman dari Fraksi PPP
"Ini terlihat bagaimana BUMN saat ini sangat politis dan membuat banyak BUMN yang menjadi buruk. Contoh Merpati. Kasus Merpati dari surat ke surat bagaimana proses penyehatan diganggu oleh kondusifitas di pegawai, yang bahkan merembet terhadap tuduhan ke komisi XI. Nama baik orang gak bisa dicabut lagi pak," ungkapnya.
Muhammad Hatta dari Fraksi PAN
"Sebenarnya banyak yang dibahas, saya mengenyampingkan masalah pribadi kita, pak. Walaupun sebenarnya perlu untuk dibahas. Di beberapa forum, anda mengatakan bahwa sudah saatnya BUMN membeli perusahaan asing. Anda berkoar-koar seakan anti asing. Bagaimana itu bisa dibendung supaya gak anti asing pak?" tanya Hatta.
Melchias Mekeng dari Fraksi Golkar
"Market share dari industri ini tolong dibahas ke kita. Posisinya dimana Semen Baturaja ini sekarang pak? Setelah IPO posisinya nanti seperti apa? Kan Semen Baturaja bukan perusahaan yang besar dibanding yang lain. Kemudian, saya ingin di-breakdown soal aktiva. Terus faktor deviden yang akan diterima negara bagaimana?" ucap Melchi.
Saidi Butar Butar dari Fraksi Demokrat
"Pak Dahlan saya lihat di TV, pada banyak beli buku bapak. Ada 13 di rumah, termasuk istri saya senang dengan bapak, dengan keberhasilan bapak. Ada memang yang jadi problem karena ada kabar berita, nama saya memeras BUMN karena semua anak cucu saya sudah menangis. Bahkan, besan saya sudah menangisi saya. Saya bukan anggota Panja. Saya baru hitungan Panja bapak, saya gak tau itu semua. Saya di Komisi XI baru dihitung jam. Di kampung saya, itu ditempel rumah saya pemeras BUMN. Tapi saya salut dengan bapak, walaupun keluarga saya hancur," papar Saidi.
Setelah pertanyaan tersebut disampaikan, rapat kembali dilanjutkan dengan penjelasan dari pihak pemerintah.
Sekitar pukul 17.00 WIB, rapat dimulai dengan hadirnya Dahlan dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Saat Ketua Komisi XI Emir Moeis mencabut penundaan atas skorsing rapat kerja, Emir memastikan pembahasan utama adalah penjelasan Dahlan soal privatisasi perusahaan semen pelat merah yang akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) tersebut.
"Pada dasarnya delapan fraksi sudah setuju (IPO), tinggal mendengar penjelasan pak Dahlan saja," ungkap Emir saat Rapat Kerja di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (13/12/2012)
Kemudian para anggota diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan untuk Dahlan Iskan. Akan tetapi, dari sembilan penanya, ada beberapa pernyataan yang terlihat melebar dari pembahasan.
Berikut adalah beberapa pernyataan tersebut,
Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI-P Dolfi OFP
"Secara konstitusi dikuasai oleh negara itu, artinya kekuasaan dalam pengurusan dan pengeloaan dan pengawasan. Konsep dari roadmap, itu pasal 33 UUD. Saya ingin dapat penjelasan privatisasi dengan kekuasaan negara. Asas-asas dalam restrukturisasi BUMN. Di sini saya tidak lihat perbandingan sebelum dan sesudah," kata Dolpi.
Zaini Rahman dari Fraksi PPP
"Ini terlihat bagaimana BUMN saat ini sangat politis dan membuat banyak BUMN yang menjadi buruk. Contoh Merpati. Kasus Merpati dari surat ke surat bagaimana proses penyehatan diganggu oleh kondusifitas di pegawai, yang bahkan merembet terhadap tuduhan ke komisi XI. Nama baik orang gak bisa dicabut lagi pak," ungkapnya.
Muhammad Hatta dari Fraksi PAN
"Sebenarnya banyak yang dibahas, saya mengenyampingkan masalah pribadi kita, pak. Walaupun sebenarnya perlu untuk dibahas. Di beberapa forum, anda mengatakan bahwa sudah saatnya BUMN membeli perusahaan asing. Anda berkoar-koar seakan anti asing. Bagaimana itu bisa dibendung supaya gak anti asing pak?" tanya Hatta.
Melchias Mekeng dari Fraksi Golkar
"Market share dari industri ini tolong dibahas ke kita. Posisinya dimana Semen Baturaja ini sekarang pak? Setelah IPO posisinya nanti seperti apa? Kan Semen Baturaja bukan perusahaan yang besar dibanding yang lain. Kemudian, saya ingin di-breakdown soal aktiva. Terus faktor deviden yang akan diterima negara bagaimana?" ucap Melchi.
Saidi Butar Butar dari Fraksi Demokrat
"Pak Dahlan saya lihat di TV, pada banyak beli buku bapak. Ada 13 di rumah, termasuk istri saya senang dengan bapak, dengan keberhasilan bapak. Ada memang yang jadi problem karena ada kabar berita, nama saya memeras BUMN karena semua anak cucu saya sudah menangis. Bahkan, besan saya sudah menangisi saya. Saya bukan anggota Panja. Saya baru hitungan Panja bapak, saya gak tau itu semua. Saya di Komisi XI baru dihitung jam. Di kampung saya, itu ditempel rumah saya pemeras BUMN. Tapi saya salut dengan bapak, walaupun keluarga saya hancur," papar Saidi.
Setelah pertanyaan tersebut disampaikan, rapat kembali dilanjutkan dengan penjelasan dari pihak pemerintah.
(rna)
Lihat Juga :