Redenominasi rupiah tergantung kesiapan rakyat
Rabu, 26 Desember 2012 - 15:51 WIB
Redenominasi rupiah tergantung kesiapan rakyat
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah agaknya masih akan mempertimbangkan rencana redenominasi rupiah. Hal tersebut karena pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menunggu hasil evaluasi publik dan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat.
"Kalau masyarakat tidak siap maka tidak dilakukan," ujar Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Agus Suprijanto di Gedung Prijadi, Kemenkeu, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Rencana redenominasi ini sendiri, lanjut dia, sedianya akan evektif diberlakukan pada 1 Januari 2014 mendatang. Hanya saja, diakui Agus, saat ini pihaknya masih menanti keputusan dari anggota dewan di DPR RI terkait pemberlakuan redenominasi tersebut.
"Mengenai waktu tergantung keputusan rapat dengan DPR tahun depan, kalau disetujui tapi tanggalnya tidak sesuai maka kita harus menyesuaikan waktunya," sambung dia.
Sebelumnya, ekonom Center for Information and Development Studies (CIDES) sekaligus Kepala Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) Umar Juoro menilai, pemerintah kurang melakukan sosialisasi terkait rencana penyederhanaan mata uang atau redenominasi.
"Soalisasinya masih kurang, kalau manfaat semua setuju, tapi dikhawatirkan akan berdampak seperti kenaikan harga," terang Umar beberapa waktu lalu.
Umar mengakui, hingga saat ini masih banyak masyarakat dan para pemangku kepentingan yang belum memahami redenominasi. "Masih ada yang belum tahu," sambungnya.
"Kalau masyarakat tidak siap maka tidak dilakukan," ujar Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Agus Suprijanto di Gedung Prijadi, Kemenkeu, Jakarta, Rabu (26/12/2012).
Rencana redenominasi ini sendiri, lanjut dia, sedianya akan evektif diberlakukan pada 1 Januari 2014 mendatang. Hanya saja, diakui Agus, saat ini pihaknya masih menanti keputusan dari anggota dewan di DPR RI terkait pemberlakuan redenominasi tersebut.
"Mengenai waktu tergantung keputusan rapat dengan DPR tahun depan, kalau disetujui tapi tanggalnya tidak sesuai maka kita harus menyesuaikan waktunya," sambung dia.
Sebelumnya, ekonom Center for Information and Development Studies (CIDES) sekaligus Kepala Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) Umar Juoro menilai, pemerintah kurang melakukan sosialisasi terkait rencana penyederhanaan mata uang atau redenominasi.
"Soalisasinya masih kurang, kalau manfaat semua setuju, tapi dikhawatirkan akan berdampak seperti kenaikan harga," terang Umar beberapa waktu lalu.
Umar mengakui, hingga saat ini masih banyak masyarakat dan para pemangku kepentingan yang belum memahami redenominasi. "Masih ada yang belum tahu," sambungnya.
(gpr)
Lihat Juga :