Pendapatan Perdana Karya turun jadi Rp227 M
Rabu, 26 Desember 2012 - 18:17 WIB
Pendapatan Perdana Karya turun jadi Rp227 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) mencatat penurunan pendapatan pada kuartal III tahun ini sebesar 41,8 persen menjadi Rp227 miliar dibandingkan akhir tahun 2011 lalu senilai Rp390 miliar. Sementara itu laba usaha tercatat turun menjadi Rp25 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp31 miliar.
Direktur Utama PKPK Soerjadi Soedarsono mengatakan, perseroan memiliki jumlah aset lancar pada periode tersebut senilai Rp250 miliar, sedangkan di akhir tahun 2011 tercatat Rp263 miliar. Jumlah aset tidak lancar perseroan sebesar Rp159 miliar pada kuartal III/2012 dan akhir tahun lalu mencatat Rp213 miliar.
Total liabilitas dan ekuitas yang dimiliki pada kuartal III/2012 Rp409 miliar, turun dibanding akhir tahun lalu Rp475 miliar.”Pendapatan sebelum pajak kami merugi Rp5 miliar dan laba setelah pajak hanya Rp1 miliar,” ujar Soerjadi dalam keterangannya di keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/12/2012).
Perseroan akan memproduksi batu bara pada tahun depan sebanyak 7,6 metrik ton (MT) dan overburden removal sebanyak 28,3 MT. Pada tahun 2014, produksi akan ditingkatkan lagi menjadi 13,6 MT dan overburden removal menjadi 55,8 MT. Target produksi ini akan didukung dari lahan PT Indo Wana Bara Mining Coal seluas 5 hektare (ha) di Kutai, Kalimantan Timur.
Perseroan akan melakukan akuisisi perusahaan tersebut yang saat ini telah memiliki kontrak dengan total volume 90 ribu MT. Tiga perusahaan yang siap menjadi pembeli, yakni Asia Express Group Ltd (Hong Kong), PT Indako Energy Utama Ltd (Jakarta), Evertrade for Petrovietnam Power Corp (Vietnam).
”Dana ekspansi kita dapatkan dari Penawaran Umum Terbatas (PUT) I yang akan diputuskan pada RUPSLB pada 28 Desember 2012 nanti,” ujarnya.
Sebelumnya emiten pertambangan batu bara ini sudah mengatakan, akan melakukan PUT I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada Januari 2013. Dalam aksi korporasi ini, perseroan akan menerbitkan 26 miliar unit saham biasa bernilai nominal Rp200 per saham dan ditawarkan seharga Rp250 per saham.
"Melalui PUT I ini, perseroan berharap bisa memperoleh dana sekitar Rp6,50 triliun," katanya.
Dana yang diperoleh dari PUT I akan digunakan persereroan untuk membiayai akuisisi seluruh kepemilikan saham Ringetop Holding Venture Ltd pada RITS Ventures Ltd, induk perusahaan dari PT Indo Wana Bara Mining Coal (Indo Wana) yang menguasai area Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara seluas 5.000 hektar di Kutai Barat, Kaltim dengan nilai akuisisi Rp5,06 triliun.
Direktur Utama PKPK Soerjadi Soedarsono mengatakan, perseroan memiliki jumlah aset lancar pada periode tersebut senilai Rp250 miliar, sedangkan di akhir tahun 2011 tercatat Rp263 miliar. Jumlah aset tidak lancar perseroan sebesar Rp159 miliar pada kuartal III/2012 dan akhir tahun lalu mencatat Rp213 miliar.
Total liabilitas dan ekuitas yang dimiliki pada kuartal III/2012 Rp409 miliar, turun dibanding akhir tahun lalu Rp475 miliar.”Pendapatan sebelum pajak kami merugi Rp5 miliar dan laba setelah pajak hanya Rp1 miliar,” ujar Soerjadi dalam keterangannya di keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/12/2012).
Perseroan akan memproduksi batu bara pada tahun depan sebanyak 7,6 metrik ton (MT) dan overburden removal sebanyak 28,3 MT. Pada tahun 2014, produksi akan ditingkatkan lagi menjadi 13,6 MT dan overburden removal menjadi 55,8 MT. Target produksi ini akan didukung dari lahan PT Indo Wana Bara Mining Coal seluas 5 hektare (ha) di Kutai, Kalimantan Timur.
Perseroan akan melakukan akuisisi perusahaan tersebut yang saat ini telah memiliki kontrak dengan total volume 90 ribu MT. Tiga perusahaan yang siap menjadi pembeli, yakni Asia Express Group Ltd (Hong Kong), PT Indako Energy Utama Ltd (Jakarta), Evertrade for Petrovietnam Power Corp (Vietnam).
”Dana ekspansi kita dapatkan dari Penawaran Umum Terbatas (PUT) I yang akan diputuskan pada RUPSLB pada 28 Desember 2012 nanti,” ujarnya.
Sebelumnya emiten pertambangan batu bara ini sudah mengatakan, akan melakukan PUT I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) pada Januari 2013. Dalam aksi korporasi ini, perseroan akan menerbitkan 26 miliar unit saham biasa bernilai nominal Rp200 per saham dan ditawarkan seharga Rp250 per saham.
"Melalui PUT I ini, perseroan berharap bisa memperoleh dana sekitar Rp6,50 triliun," katanya.
Dana yang diperoleh dari PUT I akan digunakan persereroan untuk membiayai akuisisi seluruh kepemilikan saham Ringetop Holding Venture Ltd pada RITS Ventures Ltd, induk perusahaan dari PT Indo Wana Bara Mining Coal (Indo Wana) yang menguasai area Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara seluas 5.000 hektar di Kutai Barat, Kaltim dengan nilai akuisisi Rp5,06 triliun.
(rna)
Lihat Juga :