IMF desak Prancis tidak menaikkan pajak
Kamis, 27 Desember 2012 - 12:08 WIB
IMF desak Prancis tidak menaikkan pajak
A
A
A
Sindonews - Dana Moneter Internasional (IMF) meminta pemerintah Prancis memangkas anggaran pengeluaran negara dalam upaya lepas dari masalah krisis ekonomi. Kebijakan pemerintah menaikkan pajak mereka nilai justru akan menekan pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
IMF juga mendesak Prancis untuk melaksanakan reformasi luas guna meningkatkan pasar tenaga kerja, terutama di sektor jasa. Dalam laporannya, pekan lalu, IMF mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Prancis lebih lemah dari perkiraan dengan kehilangan 2.013 target untuk defisit 3pc dari Produk Domestik Bruto (PDB).
"Tidak ada upaya yang mereka lakukan untuk mempercepat langkah-langkah dalam menghadapi kondisi ekonomi seperti ini. Rekomendasi kami adalah Prancis harus mendiskusikan kondisi yang ada dalam konteks Eropa yang lebih luas secara tepat untuk tahun 2013," ujar Kepala Misi IMF untuk Prancis, Edward Gardner dalam siaran persnya dikutip Telegraph, Kamis (27/12/2012).
Gardner juga mendesak pemerintah lebih fokus pada pemotongan pengeluaran daripada menaikkan pajak agar pertumbuhan ekonomi kembali tumbuh. “Tarif pajak Prancis termasuk yang tertinggi di Eropa. Upah tenaga kerja mereka juga lebih tinggi dari negara lain. Kondisi ini membuat margin keuntungan yang diharapkan menjadi kecil,” kata Gardner.
IMF juga mendesak Prancis untuk melaksanakan reformasi luas guna meningkatkan pasar tenaga kerja, terutama di sektor jasa. Dalam laporannya, pekan lalu, IMF mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Prancis lebih lemah dari perkiraan dengan kehilangan 2.013 target untuk defisit 3pc dari Produk Domestik Bruto (PDB).
"Tidak ada upaya yang mereka lakukan untuk mempercepat langkah-langkah dalam menghadapi kondisi ekonomi seperti ini. Rekomendasi kami adalah Prancis harus mendiskusikan kondisi yang ada dalam konteks Eropa yang lebih luas secara tepat untuk tahun 2013," ujar Kepala Misi IMF untuk Prancis, Edward Gardner dalam siaran persnya dikutip Telegraph, Kamis (27/12/2012).
Gardner juga mendesak pemerintah lebih fokus pada pemotongan pengeluaran daripada menaikkan pajak agar pertumbuhan ekonomi kembali tumbuh. “Tarif pajak Prancis termasuk yang tertinggi di Eropa. Upah tenaga kerja mereka juga lebih tinggi dari negara lain. Kondisi ini membuat margin keuntungan yang diharapkan menjadi kecil,” kata Gardner.
(dmd)
Lihat Juga :