DPR: Belum ada alasan menaikkan harga BBM subsidi

Sabtu, 26 Januari 2013 - 10:31 WIB
DPR: Belum ada alasan...
DPR: Belum ada alasan menaikkan harga BBM subsidi
A A A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan, saat ini belum ada alasan bagi pemerintah menaikkan harga BBM subsidi. Pasalnya, harga minyak dunia masih berada pada kisaran USD100 per barel, atau di bawah asumsi pemerintah sebesar USD105 per barel.

"Kalau saya tidak setuju ada kenaikan harga BBM subsidi. Karena, saat ini harga minyak turun di bawah USD105 (per barel). Jadi, belum ada alasan untuk menaikan harga BBM (subsidi)," ujar Anggota Komisi VII DPR, Bobby Rizaldi kepada Sindonews, di Jakarta, Sabtu (26/1/2013).

Menurutnya, pengendalian BBM subsidi saat ini hanya bisa dilakukan di internal pemerintahan, belum bisa diterapkan kepada masyarakat umum, karena tidak ada dasar hukum untuk melarang masyarakat membeli BBM subsidi.

"Misalkan di lingkungan pemerintahan, itu dimungkinkan. Kalau misalnya yang dibatasi masyarakat umum, belum ada dasar hukumnya. Tidak ada yang bilang mobil Mercy enggak boleh beli premium," jelas dia.

Karena itu, pihaknya mendukung dijalankannya pelarangan penggunaan BBM subsidi jenis Premium untuk kendaraan dinas pemerintah, sebagaimana diatur dalam Permen No 1/2013. "Itu harus dicoba, di APBN 2012, kita sudah minta ada pengendalian," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, pada awal tahun ini telah memperingatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik agar benar-benar menjaga kuota BBM subsidi.

Jika kuota BBM subsidi kembali jebol pada tahun ini, Agus memberikan sinyal akan mengambil langkah menaikkan harga BBM subsidi.

"Kalau pengelolaan BBM tidak bisa dikelola dengan baik, harus terjadi penyesuaian harga. Kalau semua upaya tidak bisa mengendalikan itu, ya kita sesuaikan," tegasnya beberapa waktu lalu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tepat Sasaran, Hanya...
Tak Tepat Sasaran, Hanya 40 Persen Masyarakat Tak Mampu Penerima Subsidi BBM
Menilik Urgensi Reformasi...
Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
DPR Usul Sistem Pemberian...
DPR Usul Sistem Pemberian Subsidi BBM Diubah
Berita Terkini
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
46 menit yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
55 menit yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
2 jam yang lalu
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
3 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
4 jam yang lalu
Infografis
Bahlil Beri Sinyal Ojek...
Bahlil Beri Sinyal Ojek Online Tak Dapat BBM Subsidi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved