PT JMI siap bangun pabrik besi baru

Rabu, 30 Januari 2013 - 16:14 WIB
PT JMI siap bangun pabrik...
PT JMI siap bangun pabrik besi baru
A A A
Sindonews.com - PT Jogja Magasa Iron (JMI) dipastikan akan membangun pabrik pengolahan pasir besi menjadi pig iron di wilayah Karangwuni, Kecamatan Wates, Kulonprogo, DI Yogyakarta.

Kini, mereka akan memperbaiki rancangan anggaran biaya (RAB) menuju proses konstruksi. Direktur SDM community Development PT JMI, Heru Priyono mengatakan, pihaknya akan selalu taat dan tidak keluar dari isi kontrak karya.

selain itu, mereka juga tidak akan menjual konsentrat seperti yang dikhawatirkan oleh sejumlah kalangan. Lahan yang dibutuhkan maksimal 245 hektare. Diharapkan tahapan ini sudah bisa dimulai dan maksimal enam bulan untuk akuisisi lahan.

"Tidak ada niatan bagi kita menjual konsentrat, kita akan membangun pabrik di Karangwuni," kata Heru, Rabu (30/1/2013).

Menurutnya, internal PT JMI sedang berbenah. Menyusul adanya pengalihan saham dari PT Indomines kepada Rajawali Group dalam kepemilikan saham di JMI. Karena itu, mereka masih melakukan pencermatan tehadap rencana kegiatan. Termasuk memperbaiki RAB yang ada sebagai acuan kegiatan.

PT JMI dalam waktu dekat juga akan menyosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Termasuk negosiasi dalam merumuskan ganti untung terhadap lahan yang akan dipakai pabrik. Jika tidak ada masalah, pertengahan tahun ini tahap konstruksi mulai dilakukan.

"Kami akan selesaikan RAB untuk merancang proses pembebasan lahan," katanya.

Komisari PT JMI, Luthfi Heyder mengatakan, saat ini PT JMI sudah memiliki izin konstruksi untuk mengirimkan sampel konsentrat ke luar negeri. Tinggal izin dari bea cukai saja yang harus dilengkapi. Sesuai kapasitas pabrik, pilot project bisa menghasilkan hingga 30 ton konsentrat pasir besi yang akan dikirim ke laboratorium.

"Belum pernah kita menjual konsentrat. Konsentrat yang ada, akan kita kirim ke uji lab," ujar Luthfi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bisnis Jasa Pertambangan...
Bisnis Jasa Pertambangan Butuh Penguatan Jaminan Berusaha
2.000 Lebih Delegasi...
2.000 Lebih Delegasi Sambut Industri Pertambangan yang Tangguh dan Berkelanjutan
Liebherr Indonesia Dukung...
Liebherr Indonesia Dukung Operasional Tambang Lebih Efisien dan Berkelanjutan
Faisal Basri Ungkap...
Faisal Basri Ungkap Bisnis Tambang Rugikan Negara hingga Rp200 Triliun
IATA Makin Cemerlang,...
IATA Makin Cemerlang, Pertambangan Salah Satu Bisnis Inti MNC Group
Petrosea Raih Kontrak...
Petrosea Raih Kontrak Mining Services Agreement Senilai Rp2,7 Triliun
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
8 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
42 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved