BTDC akan terbitkan obligasi Rp2,2 T
Minggu, 03 Februari 2013 - 18:04 WIB
BTDC akan terbitkan obligasi Rp2,2 T
A
A
A
Sindonews.com - Bali Tourism Development Center (BTDC) (Persero) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan sebesar Rp2,2 triliun pada awal kuarta II/2013. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan kawasan pariwisata Mandalika di Lombok Tengah.
Direktur Utama BTDC, Ida Bagus Wirajaya mengatakan, alasan perseroan menerbitkan obligasi lantaran bunganya dianggap lebih murah dibanding harus meminjam dana dari perbankan (bank loan).
"Untuk tahap I, kami akan menerbitkan obligasi Rp600 miliar. Tenornya tiga tahun yang akan diterbitkan April 2013," ujar Wirajaya di kawasan BTDC Nusa Dua Badung, Bali, akhir pekan lalu.
Dia menjelaskan, untuk sisanya sebesar Rp1,8 triliun, kemungkinan akan dibagi dua masing-masing Rp900 miliar. Namun jika kebutuhan dana untuk Mandalika lebih besar atau sebaliknya, maka penerbitan obligasi ini akan menyesuaikan dana yang dibutuhkan.
Untuk memperlancar aksi korporasi tersebut, perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Bahana Sekuritas sebagai penjamin pelaksana efek (underwriter). "Namun obligasi ini tidak akan kami terbitkan setiap tahunnya," tandasnya.
Sementara itu, untuk pengembangan kawasan Mandalika di Lombok Tengah, perseroan akan menggarap kawasan seluas 1.250 hektare (ha). Pengembaangan kawasan ini akan dilakukan sebanyak tiga tahap.
Tahap pertama, akan dibangun sebuah kawasan pariwisata seluas 400 ha di Teluk Aan Lombok. Di kawasan ini akan dibangun lima hotel dan dua lapangan golf dengan 18 hole. Sementara pengembangan kedua di kawasan Gerupuk seluas 250 ha dan pengembangan ketiga di Kuta seluas 600 ha.
Direktur Utama BTDC, Ida Bagus Wirajaya mengatakan, alasan perseroan menerbitkan obligasi lantaran bunganya dianggap lebih murah dibanding harus meminjam dana dari perbankan (bank loan).
"Untuk tahap I, kami akan menerbitkan obligasi Rp600 miliar. Tenornya tiga tahun yang akan diterbitkan April 2013," ujar Wirajaya di kawasan BTDC Nusa Dua Badung, Bali, akhir pekan lalu.
Dia menjelaskan, untuk sisanya sebesar Rp1,8 triliun, kemungkinan akan dibagi dua masing-masing Rp900 miliar. Namun jika kebutuhan dana untuk Mandalika lebih besar atau sebaliknya, maka penerbitan obligasi ini akan menyesuaikan dana yang dibutuhkan.
Untuk memperlancar aksi korporasi tersebut, perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Bahana Sekuritas sebagai penjamin pelaksana efek (underwriter). "Namun obligasi ini tidak akan kami terbitkan setiap tahunnya," tandasnya.
Sementara itu, untuk pengembangan kawasan Mandalika di Lombok Tengah, perseroan akan menggarap kawasan seluas 1.250 hektare (ha). Pengembaangan kawasan ini akan dilakukan sebanyak tiga tahap.
Tahap pertama, akan dibangun sebuah kawasan pariwisata seluas 400 ha di Teluk Aan Lombok. Di kawasan ini akan dibangun lima hotel dan dua lapangan golf dengan 18 hole. Sementara pengembangan kedua di kawasan Gerupuk seluas 250 ha dan pengembangan ketiga di Kuta seluas 600 ha.
(gpr)
Lihat Juga :