Lahan garapan JMI menyusut 107 hektar

Selasa, 12 Februari 2013 - 13:54 WIB
Lahan garapan JMI menyusut...
Lahan garapan JMI menyusut 107 hektar
A A A
Sindonews.com - Lahan garapan PT Jogja Magasa Iron menyusut 107 hektar (ha) dari semula 245 ha menjadi hanya 138 ha. Penyusutan lahan ini akibat keinginan JMI tetap membangun pabrik pengolahan bijih besi (pig iron) di Karangwuni, Wates.

Sekretaris Daerah Kulonprogo, Budi Wibowo mengungkapkan, penyusutan lahan garapan JMI disepakati dalam rapat RAB yang digelar, Jumat 8 Februari 2013 lalu di Hotel Melia Purosani Yogyakarta. Ini terjadi karena JMI hanya akan membangun pabrik pemrosesan pig iron tanpa power plant dan unsur industri lainnya.

“Sesuai UU No 4/2009 pabrik pig iron masih dalam tahap proses pemurnian, jadi masih dalam koridor penambangan. Sehingga boleh dibangun di barat atau di Karangwuni, Wates tapi tidak boleh ada yang terkait industri. Kalau pemurnian pig iron silakan,” kata Budi, Selasa (12/2/2013).

Dia menjelaskan, jika JMI ngotot ingin membangun pabrik pig iron plus power plant maupun steel mixing maka pembangunan pabrik harus dialihkan ke kawasan timur Kulonprogo. Dengan begitu, tidak akan melanggar baik undang-undang, kontrak karya, maupun RTRW. “Tapi JMI setuju hanya membangun pabrik pig iron saja,” katanya.

Menurutnya, karena tidak akan membangun power plant, maka luas lahan garapan JMI menyusut hingga 107 ha. Dari rencana semula 245 ha, kini disepakati hanya 138 ha saja.

Setelah kesepakatan itu, tahapan yang harus dilakukan JMI berikutnya adalah feasibility study (FS) baik ekonomi, teknik terhadap pendirian pabrik di Karangwuni.

Pemkab, lanjut dia, memberi target fesibility study selesai pada April atau paling lambat Mei mendatang. Setelah itu, baru dimulai tahapan akuisisi lahan. “Kami ingin FS selesai Mei paling lambat terus akuisisi lahan. Karena kami memperkirakan akuisisi lahan butuh waktu 6-9 bulan,” paparnya.

Budi menambahkan, kesepakatan akhir RAB pabrik pig iron sudah dilaporkan kepada Bupati secara singkat. Namun dia meminta JMI melaporkannya langsung ke Bupati, Jumat 15 Februari 2013 mendatang.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bisnis Jasa Pertambangan...
Bisnis Jasa Pertambangan Butuh Penguatan Jaminan Berusaha
2.000 Lebih Delegasi...
2.000 Lebih Delegasi Sambut Industri Pertambangan yang Tangguh dan Berkelanjutan
Liebherr Indonesia Dukung...
Liebherr Indonesia Dukung Operasional Tambang Lebih Efisien dan Berkelanjutan
Faisal Basri Ungkap...
Faisal Basri Ungkap Bisnis Tambang Rugikan Negara hingga Rp200 Triliun
IATA Makin Cemerlang,...
IATA Makin Cemerlang, Pertambangan Salah Satu Bisnis Inti MNC Group
Petrosea Raih Kontrak...
Petrosea Raih Kontrak Mining Services Agreement Senilai Rp2,7 Triliun
Berita Terkini
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
14 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
27 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved