Kulonprogo sambut baik pembatasan penjualan sapi

Jum'at, 15 Februari 2013 - 13:32 WIB
Kulonprogo sambut baik...
Kulonprogo sambut baik pembatasan penjualan sapi
A A A
Sindonews.com – Pemkab Kulonprogo menyambut baik kebijakan Gubernur DI Yogyakarta (DIY) yang membatasi penjualan sapi ke luar daerah. Kebijakan tersebut diyakini akan meningkatkan populasi sapi potong di wilayah setempat.

Sekretaris Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kulonprogo, Sudarna mengatakan, populasi sapi di DIY, khususnya Kulonprogo pada 2012 menurun. Penurunan yang sangat signifikan mempengaruhi harga daging sapi di pasaran.

"Karena itu kami menyambut baik kebijakan pemerintah DIY membatasi penjualan sapi," kata Sudarna, Jumat (15/2/2013).

Dia menjelaskan, pada 2012 populasi sapi potong Kulonprogo turun hingga 22,12 persen atau hanya mencapai 56.491 ekor. Padahal, tahun 2011 populasinya menacapai 72.536 ekor. Dia berharap, pembatasan penjualan sapi membuat populasi kembali menyentuh angka ideal. "Sekitar 70-75 ribu ekor per tahun," ucapnya.

Dinas, kata dia, segera melakukan sosialisasi kepada peternak melalui kelompok agar tidak menjual sapi keluar DIY. Sebaliknya meningkatkan populasi sapi potong. Sosialisasi dibutuhkan karena banyak peternak menjual sapi keluar, mengingat harganya lebih tinggi.

"Sapi dari Kulonprogo banyak dijual ke Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jakarta. Rata-rata penjualan sapi di atas 300 ekor per bulan. Kami berharap, peternak tidak menjual seluruh sapi peliharaan mereka. Kalau pun dijual, tetap menjaga keseimbangan populasi," katanya.

Sebelumnya, Kepala Biro Administrasi Ekonomi Setda DIY, Retno Setijowati mengatakan, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 524/0416 per 31 Januari 2013 melarang penjualan ternak sapi bobot 400 kilogram atau lebih dan sapi betina yang masih produktif.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow BEEF Membangun Pusat...
Wow BEEF Membangun Pusat Peternakan Terintegrasi di Subang Kapasitas 28.000 Ton
Jelang Purna Tugas,...
Jelang Purna Tugas, Puluhan Polisi Kembangkan Minat Berternak
Bulukumba Optimalkan...
Bulukumba Optimalkan Potensi Sektor Peternakan Lewat Kampung Sapi
Telur Tetas Asal Klaten...
Telur Tetas Asal Klaten Terbang ke Vietnam, Sektor Perunggasan Tumbuh Positif
Warga Pagenggang Lebak...
Warga Pagenggang Lebak Apresiasi Peternakan Sistem Close House
Tidak Punya Izin, Peternakan...
Tidak Punya Izin, Peternakan Babi di Klaten Ditutup Sat Pol PP
Berita Terkini
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
6 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved