Krisis Eropa dan AS ancam tekstil Yogyakarta

Selasa, 19 Februari 2013 - 14:42 WIB
Krisis Eropa dan AS...
Krisis Eropa dan AS ancam tekstil Yogyakarta
A A A
Sindonews.com - Eksistensi industri dan kerajinan pertekstilan di Yogyakarta terancam dengan kondisi pasar dunia. Krisis ekonomi di Eropa dan Amerika membuat produk tekstil sulit masuk. Sementara di dalam negeri juga dibanjiri produk dari China.

Ketua Badan Pengurus Daerah Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Yogyakarta, Djadin C Djamaludin mengatakan, tekstil selama ini menjadi produk ekspor andalan dari Yogyakarta. Produk garmen ini banyak terserap di pasar Eropa dan Amerika.

“Pasar tekstil kita tergantung Amerika dan eropa,” jelas Djadin di Yogyakarta, Selasa (19/2/2013).

Krisis ekonomi yang melanda kedua benua ini, membuat industri tekstil lesu, pasar ekspor mengalami penurunan yang cukup drastis. Para perajin juga banyak dibebani dengan biaya tambahan.

Jika selama ini sample dan proses pengecekan ditanggung mereka, kini berbalik. Menurutnya, beban yang dihadapi API, bukan hanya pada sisi penjualan produk saja, namun juga bagaimana bisa melindungi para perajin lokal. Seperti tukang jahit, border dan industri terkait, juga akan terkena imbas.

Djadin mengaku sulit untuk masuk dan membidik pasar domestik menyusul banyaknya produk tekstil asal China dengan harga yang jauh lebih murah. Praktis konsumen lebih memilih membeli produk yang murah meskipun kualitasnya rendah. “Perlu adanya regulasi untuk melindungi pasar lokal, seperti pembatasan impor,” tuturnya.

Djadin pesimistis pasar tekstil akan bangkit dalam dua tiga tahun mendatang. Apalagi, pada 2013 ini gejolak politik sudah mulai terasa. Puncaknya akan terjadi pada 2014 nanti dengan digelarnya pemilu dan pilpres.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diproduksi di Solo,...
Diproduksi di Solo, GSP Siap Pasok Kain American Drill ke Pasar Domestik dan Global
Memahami Pentingnya...
Memahami Pentingnya Kapas Berkualitas Dorong Kesuksesan Industri Tekstil
Kolaborasi dengan MC...
Kolaborasi dengan MC Texstyle, Vira Tandia: Memudahkan Pelanggan Mendapat Bahan Kain Berkualitas
Permendag 8/2024 Bakal...
Permendag 8/2024 Bakal Direvisi Disambut Baik Asosiasi Tekstil
Diacak-acak Barang Impor,...
Diacak-acak Barang Impor, Juragan Tekstil Sempat Nangis Darah
Mendorong Industri Tekstil...
Mendorong Industri Tekstil Tanah Air Mengedepankan Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
27 menit yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
38 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
12 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved