Subsidi BBM 2013 tidak tepat sasaran

Sabtu, 23 Februari 2013 - 15:08 WIB
Subsidi BBM 2013 tidak...
Subsidi BBM 2013 tidak tepat sasaran
A A A
Sindonews.com - Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digelontorkan pemerintah sebesar Rp193,8 triliun pada 2013 dipastikan tidak akan tepat sasaran.

Subsidi yang dimaksudkan untuk dimanfaatkan kendaraan umum, kendaraan bermotor, dan nelayan tersebut nantinya lebih banyak dimanfaatkan kelompak keluarga mampu yang memiliki kendaraan mewah.

"Karena itu, kami mengusulkan pemerintah untuk segera menaikkan harga BBM secara bertahap, pemasangan single identity number (SIN) lewat E-KTP dalam pemasaran BBM, mempercepat konversi BBM ke BBG, dan meningkatkan sumber produksi minyak dan gas," ujar Peneliti Kebijakan Subsidi BBM Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Rimawan Pradiptyo, Sabtu (23/2/2013).

Dalam diskusi mengenai 'Kebijakan Subsidi BBM dan Perekonomian Nasional' di gedung Tower Pertamina FEB UGM ini, Rimawan mengatakan, pola konsumsi BBM bersubsidi di Indonesia adalah compensated consumption.

Fenomena ini ibarat orang tua yang memberikan credit card kepada anaknya yang masih ABG (anak baru gede) dan dibebaskan membeli barang apapun di sebuah mall mewah. Kemudian, orang tua akan membayar berapapun konsumsi yang dilakukan si anak.

"Namun demikian, menurunkan alokasi subsidi BBM dengan meminimalkan dampak negatif kebijakan tersebut ke pendapatan rumah tangga miskin justru lebih sulit untuk dicapai di Indonesia. Hal ini mengingat tidak adanya SIN dalam pemasaran BBM. Sehingga tidak ada price discrimination antara BBM bersubsidi dan non subsidi," jelasnya.

Masalah BBM, lanjut dia, rakyat Indonesia bukan dihadapkan pada pilihan antara enak dan tidak enak, namun dihadapkan pada pilihan tidak enak dan lebih tidak enak lagi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tepat Sasaran, Hanya...
Tak Tepat Sasaran, Hanya 40 Persen Masyarakat Tak Mampu Penerima Subsidi BBM
Menilik Urgensi Reformasi...
Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
DPR Usul Sistem Pemberian...
DPR Usul Sistem Pemberian Subsidi BBM Diubah
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
10 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved