Pemerintah didesak serahkan urusan kedelai ke Bulog

Minggu, 24 Februari 2013 - 12:57 WIB
Pemerintah didesak serahkan...
Pemerintah didesak serahkan urusan kedelai ke Bulog
A A A
Sindonews.com - Institute of Development for Economic and Finance (Indef) mendesak pemerintah untuk menyerahkan kewenangan pengendalian pasokan dan harga kedelai pada Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

"Jagung, kedelai, dan sebagainya, ke depan (diurus) Bulog," tandas Ekonom Indef Ahmad Erani Yustika usai acara Lustrum Universitas Brawijaya di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Sabtu (23/2/2013).

Namun, Ahmad mengakui bahwa untuk saat ini Bulog belum siap untuk menjalankan tugas sebagai stabilisator harga kedelai di dalam negeri.

Seperti diketahui, sudah lama Bulog tidak menjalankan impor kedelai. Selain itu, infrastruktur seperti gudang penyimpanan yang bagus juga belum dimiliki Bulog. Karena itu, pemerintah harus mempersiapkan berbagai hal terlebih dahulu. "Harus disiapkan infrastrukturnya lagi," imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, alumni Universitas Brawijaya ini juga menilai bahwa Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) untuk menstabilkan harga kedelai yang sedang disiapkan oleh Mendag Gita Wirjawan hanya akan efektif dalam jangka pendek. Untuk jangka panjang, pemerintah harus mempersiapkan Bulog menjaga ketahanan kedelai nasional.

"Dalam jangka pendek diharapkan (Permendag) bisa (menjaga stabilitas harga kedelai) tapi dalam jangka panjang enggak bisa seperti itu," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan kedelai, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan berjanji akan segera menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) untuk menstabilkan harga kedelai.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Srie Agustina memaparkan, aturan yang akan segera dikeluarkan tersebut mencakup stabilisasi harga, mekanisme penetapan Harga Patokan Pasar (HPP) kedelai, dan pembentukan tim stabilisasi harga.

Soal impor kedelai, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi menyatakan, pihaknya tidak akan mengistimewakan Perum Bulog dalam pembagian kuota impor. Setiap perusahaan akan mendapatkan alokasi kuota impor sesuai dengan kemampuannya, begitu juga dengan Bulog.

"Sama saja (tidak ada keistimewaan untuk Bulog), (kuota diberikan) sesuai kemampuan," tegas Bachrul belum lama ini.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kebijakan Pe­merintah...
Kebijakan Pe­merintah Soal Perberasan Harus Lindungi Petani
Perkuat Ketahanan Pangan...
Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Perum BULOG Siap Dukung Koperasi Merah Putih
Bulog Peduli Gizi Gelontorkan...
Bulog Peduli Gizi Gelontorkan Bantuan Beras Bervitamin kepada Dua Ribu Balita
Kinerja Gemilang BULOG...
Kinerja Gemilang BULOG Jatim: Lampaui Target dan Jadi Tulang Punggung Penyerapan Beras Nasional
Baru Menjabat, Dirut...
Baru Menjabat, Dirut Bulog Langsung Temui Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Peringati Hari Gizi...
Peringati Hari Gizi Nasional, BULOG PEDULI Gelontorkan 6 Ton Beras Bervitamin
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
34 menit yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
1 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
1 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
3 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
3 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved