Eropa-AS krisis, ekspor DIY tetap meningkat

Jum'at, 01 Maret 2013 - 13:17 WIB
Eropa-AS krisis, ekspor...
Eropa-AS krisis, ekspor DIY tetap meningkat
A A A
Sindonews.com - Krisis ekonomi yang masih melanda Eropa dan Amerika Serikat (AS) tidak berdampak langsung terhadap nilai ekspor DI Yogyarakta (DIY). Terbukti, selama 2012 nilai ekspor mampu tumbuh dan jauh lebih baik dari pertumbuhan 2011.

Tidak sedikit eksportir yang membidik pasar baru di Asia, sebagai persiapan pasar bebas asia. Selama ini, ekspor DIY mengandalkan sejumlah pasar tradisional di Eropa, seperti Jerman, Spanyol, dan Belanda. Selain itu, juga banyak dikirimkan ke AS. Padahal, negara ini sedang mengalami keterpurukan akibat hantaman krisis ekonomi berkepanjangan.

Produk ekspor masih didominasi industri garmen, dan sarung tangan kulit. Namun, kini semakin bervariasi dengan banyaknya produk kerajinan dan mebel. "Meski negara tujuan dilanda krisis, ekspor kita masih tumbuh," kata Kasi Fasilitasi ekspor dan Impor Disperindagkop DIY, Firsanedi, Jumat (1/3/2013).

Selama 2012, lanjut dia, juga terjadi pertumbuhan certifikat of origin (coo) sebagai prasyarat dokumentasi ekspor. Jika pada awal 2012 hanya 12 cco, namun akhir 2012 telah tumbuh menjadi 22 cco.

Sementara dari sisi nilai ekspor, naik dari USD144,41 juta pada 2011 menjadi USD177,07 juta. Sementara, volume ekspor juga mengalami kenaikan dari 26,67 juta kilogram (kg),
menjadi 33,64 juta kg.

Pada awal 2013, kata Firsanedi, nilai ekspor juga merangkak naik sekitar 5,8 persen. Pada Januari 2012, hanya USD15,63 juta, kini menjadi USD16,4 juta.

Sejumlah eksportir terus mmebidik beberapa pangsa pasar di Asia. Diantaranya ke negara yang akan memberlakukan free trade asia (FTA), seprti Pakistan, Cina, Korea Selatan termasuk Australia, dan New Zealand. "Produk unggulan tetap sarung tangan kulit dan pakaian jadi," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
9 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
32 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
39 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
1 jam yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved