Terkendala hujan, produksi batik DIY turun

Selasa, 05 Maret 2013 - 15:54 WIB
Terkendala hujan, produksi...
Terkendala hujan, produksi batik DIY turun
A A A
Sindonews.com - Musim penghujan menjadi kendala bagi para perajin batik di DIY. Hujan yang mengguyur wilayah itu telah menyebabkan produksi batik turun 10 hingga 40 persen. Para perajin masih menggunakan proses alami untuk mengeringkan batik pasca pewarnaan.

Salah seorang perajin batik, Puryanto mengatakan, hujan telah menyebabkan produksi batik menurun hingga 10 persen. Dibandingkan dengan perajin yang lain, jumlah ini relatif sedikit. Mayoritas perajin yang ada, penurunan produksi hingga 20 persen atau lebih.

“Kebetulan proses produksi kita berbeda, makanya penurunan tidak begitu banyak,” jelas pemilik Sinar Abadi Batik ini di DIY, Selasa (5/3/2013).

Menurutnya, dalam kondisi normal dalam sebulan bisa memproduksi hingga 600 lembar. Namun saat musim hujan hanya sekitar 500 lembar saja. Ini dikarenakan saat penjemuran menjadi tidak maksimal. Kain yang sudah selesai produksi, hanya bisa diangin-anginkan.

“Kalau hanya dianginkan itu bisa tiga hari, bedanya kalau panas sehari kering,” tutur perajin batik di Lendah ini.

Sementara itu, Marketing Topo Batik, Retno mengaku, musim penghujan menjadikan produksi batiknya turun hingga sekitar 40 persen. Saat musim panas bisa memproduksi hingga 2-3 kodi per hari, namun musim hujan menyebabkan produksinya turun cukup banyak. Kadang hanya bisa menyelesaikan 1,5-2 kodi.

“Kita sangat tergantung cuaca, makanya saat hujan kita tidak bisa maksimal,” jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diproduksi di Solo,...
Diproduksi di Solo, GSP Siap Pasok Kain American Drill ke Pasar Domestik dan Global
Memahami Pentingnya...
Memahami Pentingnya Kapas Berkualitas Dorong Kesuksesan Industri Tekstil
Kolaborasi dengan MC...
Kolaborasi dengan MC Texstyle, Vira Tandia: Memudahkan Pelanggan Mendapat Bahan Kain Berkualitas
Permendag 8/2024 Bakal...
Permendag 8/2024 Bakal Direvisi Disambut Baik Asosiasi Tekstil
Diacak-acak Barang Impor,...
Diacak-acak Barang Impor, Juragan Tekstil Sempat Nangis Darah
Mendorong Industri Tekstil...
Mendorong Industri Tekstil Tanah Air Mengedepankan Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
5 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
6 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
6 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
6 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
7 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
7 jam yang lalu
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved