Impor bawang putih diharapkan hanya saat mendesak

Senin, 11 Maret 2013 - 15:43 WIB
Impor bawang putih diharapkan...
Impor bawang putih diharapkan hanya saat mendesak
A A A
Sindonews.com - Turunnya surat persetujuan impor (SPI) Kementrian Perdagangan (Kemendag) atas impor 29.136 ton bawang putih diharapkan hanya untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Kedepannya, pasokan bawang putih untuk pasar domestik mestinya mengandalkan produksi dalam negeri.

Ketua Asosiasi Pedagang Komoditi Agro (APKA) Jawa Barat Nono S Sambas mengatakan, rencana impor bawang putih dari China dan India diakui tepat, ketika petani dalam negeri tidak bisa memenuhi permintaan pasar. Akan tetapi, kebijakan impor komoditas hortikultura mestinya untuk kebutuhan mendesak.

Kondisi geografis sejumlah walayah di Indonesia, menurut dia, memungkinkan untuk pengembangan komoditas bawang putih. “Kalau memang bawang putih tidak ada, ya apa boleh buat. Tapi jangan sampai, kita terus terusan mengandalkan impor. Mestinya, pemerintah menggenjot produksi bawang putih dalam negeri,” jelas Nono S Sambas di Bandung, Senin (22/3/2013).

Pembatasan impor bawang putih, lanjut dia, akan menguntungkan petani lokal. Setidaknya, mereka bisa menikmati harga bawang putih ketika kondisi stabil. Karena, ketika musim panen, harga bawang putih turun drastis.

Sayangnya ketika komoditas tersebut langka, harga naik signifikan. Saat ini, harga bawang putih di pasar tradisional cukup tinggi. Saat ini, harga bawang putih tembus di angka Rp30.000-40.000 per kg dari harga normal sekitar Rp10.000 per kg.

“Kondisi ini mestinya menjadi pelajaran bagi pemerintah, mengatur produksi bawang putih dalam negeri. Termasuk mengatur tata niaga komoditas tersebut. Misalnya, melalui pengadaan gudang penyimpanan bawang putih di tingkat petani,” beber dia.

Gudang tersebut, bisa dimanfaatkan ketika musim panen tiba. Gudang penyimpanan juga berfungsi mengendalikan harga komoditas.

Diketahui, terbitnya SPI bawang putih setelah Kementrian Pertanian (Kementan) merekomendasikan impor bawang putih sebanyak 160.000 ton. Rekomendasi tersebut melihat tingginya permintaan bawang putih di dalam negeri.

Sementara produksi bawang putih dalam negeri tidak mencukupi. Atas rekomendasi tersebut, Kemendag hanya menyetujui impor bawang putih sebanyak 29.136 ton, atau hanya dipenuhi 18,21 persen dari rekomendasi Kementan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komunitas Jurnalis Bandung...
Komunitas Jurnalis Bandung Berbagi Sembako Guna Semangati Nakes
Bantu Tenaga Medis dan...
Bantu Tenaga Medis dan Karyawan, OMNI Hospitals Gelar Bazar Sembako Murah
Polsek Medan Baru Salurkan...
Polsek Medan Baru Salurkan Sembako Kepada Warga Kelurahan Sari Rejo
Ramadhan & Idul Fitri...
Ramadhan & Idul Fitri 2021, BUMN Ini Luncurkan Paket Sembako Murah
Bantu Warga, Program...
Bantu Warga, Program Tebus Sembako Murah SandiUno Sasar Warga Sidoarjo
Harga Sembako di Kabupaten...
Harga Sembako di Kabupaten Gowa Mulai Merangkak Naik
Berita Terkini
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
3 jam yang lalu
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
3 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
3 jam yang lalu
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
4 jam yang lalu
Kuliah Umum di Unhas,...
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
4 jam yang lalu
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
4 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved