Resesi Italia lebih dalam, kontraksi Yunani ringan

Selasa, 12 Maret 2013 - 15:48 WIB
Resesi Italia lebih...
Resesi Italia lebih dalam, kontraksi Yunani ringan
A A A
Sindonews.com - Resesi Italia lebih dalam dari perkiraan lembaga statistik. Sementara kontraksi Yunani sedikit lebih ringan dari perkiraan pertama pada kuartal akhir 2012.

Lembaga statistik ISTAT (Istituto Nazionale di Statistica) mencatat perekonomian Italia menyusut sebesar 0,9 persen pada kuartal keempat 2012, dikontrak sebesar 2,8 persen, lebih buruk dari perkiraan sebelumnya 2,7 persen.

Dilansir City AM, Selasa (12/3/2013) imbal hasil obligasi Italia naik dalam kesempatan pertama terhadap penurunan peringkat utang Fitch-Rating.

Lembaga pemeringkat mengatakan, ketidakpastian tentang pemerintahan berikutnya mengancam kemampuan negara untuk mereformasi keuangan.

Gerakan Anti-kemapanan Beppe Grillo yang memenangkan lebih dari 160 kursi parlemen dalam pemilihan yang tidak meyakinkan bulan lalu, mengatakan pihaknya menginginkan memimpin pemerintahan berikutnya.

Seorang diplomat mengatakan, Italia tetap dapat melewatkan tenggat waktu pada akhir April untuk reformasi dan konsolidasi fiskal, jika pemerintah tidak menandatangani rencana pada tempatnya.

Di sisi lain, lembaga layanan statistik Elstat menyebutkan, ekonomi Yunani menyusut 5,7 persen per tahun dalam tiga bulan terakhir 2012, perbaikan dari perkiraan pertama enam persen. Pemerintah Yunani mengharapkan kontraksi 4,5 persen pada tahun ini.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara di Eropa dengan...
10 Negara di Eropa dengan Pertumbuhan Ekonomi Terbesar
Ekonom Ingatkan 3 Risiko...
Ekonom Ingatkan 3 Risiko Kenaikan Inflasi di Eropa Terhadap Ekonomi RI
Uni Eropa Fokus Pemulihan...
Uni Eropa Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
Ekonomi Kurang Kompetitif,...
Ekonomi Kurang Kompetitif, Macron: Uni Eropa Bisa Mati
Daftar 10 Ekonomi Terbesar...
Daftar 10 Ekonomi Terbesar di Eropa Usai Diuji Perang Rusia Ukraina
10 Negara Termiskin...
10 Negara Termiskin di Eropa, Salah Satunya Lagi Perang
Berita Terkini
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
1 jam yang lalu
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
3 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
4 jam yang lalu
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
5 jam yang lalu
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved