DPR gelar RDPU RUU Industri dan Perdagangan
Rabu, 13 Maret 2013 - 13:12 WIB
DPR gelar RDPU RUU Industri dan Perdagangan
A
A
A
Sindonews.com - Komisi VI DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait Rencana Undang Undang (RUU) Industri dan RUU Perdagangan bersama Himpunan Kawasan Industri (HKI), Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI), Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Wakil Ketua Komisi VI DPR, Arya Bima mengatakan, RDPU ini dilaksanakan agar Komisi VI mendapatkan data dan informasi dari seluruh stakeholder dunia industri, sehingga persoalan-persoalan terkait dunia industri menjadi nyata.
"Kita berharap dengan RDPU ini dapat memecahkan solusi permasalahan di hulu yaitu industri, dan hilir yaitu perdagangan, agar industri nasional dapat bangkit kembali," ujar Arya Bima dalam pengantarnya saat membuka RDPU di di ruang rapat Komisi VI DPR RI, Rabu (13/3/2013).
Arya menilai, saat ini daya saing industri dalam negeri semakin lemah dan makin tergerus dengan semakin gencarnya barang-barang impor yang masuk ke Indonesia.
"Kita sudah cukup melihat bahwa barang impor sudah cukup berlalu lalang di negara ini, tentunya kita berharap industri dalam negeri dapat bangkit kembali," tukasnya.
Wakil Ketua Komisi VI DPR, Arya Bima mengatakan, RDPU ini dilaksanakan agar Komisi VI mendapatkan data dan informasi dari seluruh stakeholder dunia industri, sehingga persoalan-persoalan terkait dunia industri menjadi nyata.
"Kita berharap dengan RDPU ini dapat memecahkan solusi permasalahan di hulu yaitu industri, dan hilir yaitu perdagangan, agar industri nasional dapat bangkit kembali," ujar Arya Bima dalam pengantarnya saat membuka RDPU di di ruang rapat Komisi VI DPR RI, Rabu (13/3/2013).
Arya menilai, saat ini daya saing industri dalam negeri semakin lemah dan makin tergerus dengan semakin gencarnya barang-barang impor yang masuk ke Indonesia.
"Kita sudah cukup melihat bahwa barang impor sudah cukup berlalu lalang di negara ini, tentunya kita berharap industri dalam negeri dapat bangkit kembali," tukasnya.
(gpr)
Lihat Juga :