Jabar minta tambahan kuota bawang impor 30%

Kamis, 14 Maret 2013 - 18:04 WIB
Jabar minta tambahan...
Jabar minta tambahan kuota bawang impor 30%
A A A
Sindonews.com - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Ferry Sofwan Arif mengakui, tingginya harga bawang putih dan bawang merah berdampak terhadap industri makanan di Jabar.

Menurut dia, mahalnya harga bawang putih dan bawang merah berpengaruh besar terhadap industri kecil, sedang, dan menengah. Apalagi, Jabar merupakan sentra industri makanan. Usaha kecil yang terkena dampak kenaikan harga bawang, misalnya pedagang nasi goreng, martabak telur, dan lainnya.

Diakui Ferry, kenaikan harga bawang sangat memberatkan pelaku usaha. Karena, dua komoditi tersebut juga menjadi kebutuhan pokok industri makanan, seperti restoran, hotel, katering, kafe, dan lainnya. Begitu juga dengan kalangan rumah tangga. Bawang merah dan bawang putih menjadi unsur pokok dalam mengolah makanan sehari-hari.

"Industri pengolahan juga terkena dampak mahalnya harga bawang merah dan bawang putih. Industri pengolahan semisal saus, juga memerlukan bawang putih," ujarnya.

Dia berharap, mahalnya harga bawang dapat segera teratasi, sehingga industri olahan penganan di Jabar bisa kembali menggeliat. Pihaknya juga berharap, turunnya surat persetujuan impor (SPI) bawang putih dapat menyelesaikan kekurangan pasokan komoditas tersebut di Jabar.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) merekomendasikan impor bawang putih sebanyak 160 ribu ton. Rekomendasi tersebut melihat tingginya permintaan bawang putih di dalam negeri. Namun, Kemendag hanya menyetujui impor bawang putih sebanyak 29.136 ton, atau hanya dipenuhi 18,21 persen dari rekomendasi Kementan.

Apabila impor bawang putih terdistribusikan, dia berharap, Jabar menjadi salah satu daerah yang mendapat pasokan. Setidaknya impor dapat menjadi pengendali terjadinya gejolak harga. Sejauh ini, Jabar mengajukan permintaan kepada Kementerian Perdagangan berupa alokasi impor sebanyak 30 persen.

"Kami berharap, Jabar mendapat alokasi 30 persen dari impor. Itu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan dunia usaha, termasuk industri pengolahan," imbuh Ferry seraya mengatakan, alokasi sebesar 30 persen tersebut, sebanyak 20 persen untuk kebutuhan rumah tangga dan sisanya, untuk kebutuhan dunia usaha dan industri pengolahan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ombudsman Sebut Penahanan...
Ombudsman Sebut Penahanan 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Tidak Tepat
Gara-gara Sengkarut...
Gara-gara Sengkarut Aturan, 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Terancam Busuk
Go Global untuk Pertanian...
Go Global untuk Pertanian Indonesia, Incar 5% Pasar Dunia Tanaman Hias
Antisipasi Pasca Pandemi,...
Antisipasi Pasca Pandemi, Kementan Siapkan SDM Pertanian Bertarung di Dunia Usaha
EWINDO Pacu Inovasi...
EWINDO Pacu Inovasi Benih Sayuran untuk Ketahanan Pangan
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan...
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan Aquagriculture, Pertanian Berbasis Aquaculture
Berita Terkini
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
9 menit yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
23 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Infografis
Kuota Haji 2026 Indonesia...
Kuota Haji 2026 Indonesia Per Provinsi, Berikut Daftarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved