Ini alasan Kemendag lepas 332 kontainer bawang

Jum'at, 15 Maret 2013 - 16:57 WIB
Ini alasan Kemendag...
Ini alasan Kemendag lepas 332 kontainer bawang
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perdagangan mengungkapkan, sekitar 332 kontainer bawang putih di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, tertahan karena didatangkan sebelum Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Namun, kini RIPH untuk 332 kontainer bawang putih tersebut telah dikeluarkan. Surat Persetujuan Impor (SPI) pun segera diberikan oleh Kemendag. "Tertahannya karena barang itu sudah datang sebelum RIPH itu keluar," ujar Dirjen Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi di Gudang PT Tunas Sumber Rejeki, Jakarta, Jumat (15/3/2013).

Bachrul menambahkan, 332 kontainer bawang putih itu tidak akan di-reekspor. "Mungkin bukan di-reekspor, tapi sudah ada arahan agar barang-barang itu bisa dibantu penyelesaiannya," imbuhnya.

Dia mengakui, Kemendag tak mau me-reekspor 332 kontainer berisi bawang putih itu karena sedang terjadi situasi krisis bawang putih di dalam negeri. Dalam kondisi normal, kontainer-kontainer yang dokumen impornya tak lengkap pasti di-reekspor. "Tentunya kalau tidak force major pertimbangannya lain," tutur Bachrul.

Sejauh ini, tidak ditemukan adanya kontainer berisi bawang putih yang tertahan di pelabuhan selain di Tanjung Perak. "Datanya enggak ada," tukasnya.

Pihaknya berjanji akan segera berkoordinasi dengan Kementan dalam rangka menstabilkan harga bawang putih. "Ini kan harga sudah melampaui batas psikologis, jadi akan diambil langkah-langkah koordinasi bersama," ucap dia.

Jumlah bawang putih yang tertahan di Tanjung Perak, lanjut Bachrul, merupakan 6 persen dari total kuota impor bawang putih di Semester I/2013 sebesar 160 ribu ton. "Itu jumlahnya cuma sekitar 6 persen saja dari 160 ribu ton," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ombudsman Sebut Penahanan...
Ombudsman Sebut Penahanan 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Tidak Tepat
Gara-gara Sengkarut...
Gara-gara Sengkarut Aturan, 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Terancam Busuk
Go Global untuk Pertanian...
Go Global untuk Pertanian Indonesia, Incar 5% Pasar Dunia Tanaman Hias
Antisipasi Pasca Pandemi,...
Antisipasi Pasca Pandemi, Kementan Siapkan SDM Pertanian Bertarung di Dunia Usaha
EWINDO Pacu Inovasi...
EWINDO Pacu Inovasi Benih Sayuran untuk Ketahanan Pangan
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan...
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan Aquagriculture, Pertanian Berbasis Aquaculture
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved