Indef: Ikut impor bawang, BUMN bakal jadi pemburu rente

Sabtu, 16 Maret 2013 - 15:57 WIB
Indef: Ikut impor bawang,...
Indef: Ikut impor bawang, BUMN bakal jadi pemburu rente
A A A
Sindonews.com - Institute of Development for Economic and Finance (Indef) menolak usulan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan agar BUMN dilibatkan dalam impor bawang putih dalam rangka menjaga stabilitas harga dan stok bawang putih.

Usulan Dahlan ini dinilai hanya akan memindahkan perburuan rente bawang putih dari pengusaha swasta ke BUMN. Sehingga, rakyat akan tetap dirugikan instabilitas harga bawang putih.

"Saya enggak terlalu percaya. Ini seperti memindahkan tempat saja. Kalau sekarang pemburu rentenya ada di pengusaha, nanti (impor bawang putih) dipindahkan ke BUMN, ya (pemburu rentenya) pindah ke BUMN. Jadi itu bukan solusi," jelas Ekonom Indef, Enny Sri Hartati usai acara Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (16/3/2013).

Dia khawatir BUMN akan bertindak sama persis dengan para pengusaha swasta 'nakal' yang mempermainkan stok bawang putih demi melipatgandakan keuntungan dari lonjakan harga. Untuk menstabilkan harga bawang putih pada tingkat harga yang terjangkau masyarakat luas.

Menurutnya, dibutuhkan penciptaan mekanisme pasar yang memberikan akses luas bagi pelaku usaha untuk terlibat dalam impor bawang putih. Sehingga, harga bawang putih tidak dapat dikendalikan satu atau beberapa pihak saja dan masyarakat tidak dirugikan atas gejolak harga bawang putih.

"Solusinya bagaimana menciptakan mekanisme pasar yang memberikan akses bebas untuk semua pelaku usaha masuk ke pasar itu," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku prihatin dengan meroketnya harga bawang putih hingga Rp50 ribu per kg. Untuk membantu stabilisasi harga bawang putih, Dahlan mengusulkan agar dua BUMN, yaitu Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) diberi peran menjaga pasokan dengan cara ikut mengimpor bawang putih.

"Saya minta Bulog dan RNI menjajaki kemungkinan bisa mengimpor bawang, agar ketersediaan barang tercukupi, sehingga harga bisa ditekan. Silahkan Bulog mengurus perizinannya," kata Dahlan.

Menanggapi usulan ini, Menteri Pedagangan (Mendag), Gita Wirjawan menyatakan akan mempertimbangkannya. "Nanti kita akan duduk dengan mereka (BUMN)," ujar Gita, kemarin.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ombudsman Sebut Penahanan...
Ombudsman Sebut Penahanan 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Tidak Tepat
Gara-gara Sengkarut...
Gara-gara Sengkarut Aturan, 1,4 Juta Kg Produk Impor Hortikultura Terancam Busuk
Go Global untuk Pertanian...
Go Global untuk Pertanian Indonesia, Incar 5% Pasar Dunia Tanaman Hias
Antisipasi Pasca Pandemi,...
Antisipasi Pasca Pandemi, Kementan Siapkan SDM Pertanian Bertarung di Dunia Usaha
EWINDO Pacu Inovasi...
EWINDO Pacu Inovasi Benih Sayuran untuk Ketahanan Pangan
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan...
Hebat, Anak Bangsa Ciptakan Aquagriculture, Pertanian Berbasis Aquaculture
Berita Terkini
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
18 menit yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
3 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
4 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
5 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved