China Overseas Land cetak kenaikan laba 21%

Senin, 18 Maret 2013 - 12:34 WIB
China Overseas Land...
China Overseas Land cetak kenaikan laba 21%
A A A
Sindonews.com - China Overseas Land & Investment Ltd melaporkan kenaikan laba pada 2012, sebesar 21 persen. Hasil positif tersebut diperoleh dari keuntungan revaluasi properti dan penjualan saham di beberapa proyek.

Laba bersih pengembang terbesar di China, berdasarkan nilai pasar yang terdaftar di Hong Kong itu naik menjadi HKD18,7 miliar (USD2,4 miliar) atau HKD2,29 per saham, dari HKD15,5 miliar atau HKD1,89 per saham.

Kenaikan laba ini lebih besar dari perkiraan rata-rata para analis seperti dilansir Bloomberg, Senin (18/3/2013), sebesar HKD16,9 miliar. Di mana penjualan naik 26 persen menjadi HKD64,6 miliar.

Perusahaan pengembang milik negara itu diuntungkan pada fokus first-tier kota, yang meliputi Beijing dan Shanghai, di mana harga rumah rebound di babak kedua setelah suku bunga mereda.

Menurut data pemerintah harga rumah di Beijing pada Februari 2013, naik 5,9 persen dari tahun lalu, merupakan kenaikan terbesar sejak Februari 2011. Pun, di Shanghai harga properti melonjak 3,4 persen.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
China Perluas Lockdown,...
China Perluas Lockdown, Perusahaan Multinasional Kena Imbasnya
Perusahaan Susu di China...
Perusahaan Susu di China Memeras Laba Saat Pandemi
Masalah Ekonomi China...
Masalah Ekonomi China Bertambah, Raksasa Properti Country Garden Rugi Rp114,8 Triliun
Industri China Terseok-seok...
Industri China Terseok-seok 7 Bulan Beruntun, Perusahaan Tak Lagi Cuan
China Dianggap Jadi...
China Dianggap Jadi Ancaman Utama Terhadap Ekonomi Inggris
Ramalan Morgan Stanley...
Ramalan Morgan Stanley Soal Kebangkitan Ekonomi China di Tahun Baru 2022
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved