Bahas ekonomi, Menkeu AS datangi presiden baru China

Selasa, 19 Maret 2013 - 12:04 WIB
Bahas ekonomi, Menkeu...
Bahas ekonomi, Menkeu AS datangi presiden baru China
A A A
Sindonews.com - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Jack Lew hari ini bertemu dengan Presiden baru China Xi Jinping, di saat hubungan kedua negara ekonomi terbesar di dunia itu kritis.

Dilansir Reuters, Selasa (19/3/2013), agenda pembicaraan kedua negara membahas masalah ekonomi, mulai dari hacking cyber, akses pasar dan tingginya mata uang China.

"Saya bisa mengatakan kami memiliki koneksi mulus. Dalam hubungan China-AS kami memiliki kepentingan sama yang sangat besar, tapi tentu saja tak terhindarkan kita memiliki beberapa perbedaan," kata Xi.

Sementara Lew mengatakan, kedua negara memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan pertumbuhan global, dan menyerukan China untuk meningkatkan permintaan domestik guna membantu keseimbangan global.

"Presiden (AS) secara tegas berkomitmen membangun hubungan kekuatan yang berkembang, di mana kita bekerja sama dalam isu-isu kepentingan ekonomi strategis. Kita memahami masing-masing harus memenuhi tanggung jawab sendiri. Tetapi kita juga harus mengelola perbedaan-perbedaan," ujarnya.

Amerika berkeinginan China bergerak ke arah ekonomi dengan orientasi lebih banyak pada investasi konsumen dan mendorong pertumbuhan ekspor yang telah memberikan kontribusi terhadap rekor tertinggi defisit perdagangan AS-China sebesar USD315 miliar tahun lalu.

Lew juga menyerukan kedua negara untuk mengurangi hambatan perdagangan dan investasi, tetapi tidak menyebutkan kekhawatiran tentang undervalued mata uang yuan China, menjadi perhatian utama bagi anggota parlemen AS.

Seperti diketahui, perusahaan-perusahaan AS menghadapi hambatan untuk berinvestasi di sektor China, sebaliknya mereka mengeluhkan Amerika telah memblok investasi China secara tidak adil dengan alasan keamanan nasional.

Pertemuan Xi dengan pejabat asing senior adalah yang pertama sejak resmi terpilih sebagai presiden oleh parlemen China, Kamis, 14 Maret 2013. Sementara bagi Lew, ini perjalanan asing pertama sejak menunjukkan pentingnya hubungan kedua negara.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
1 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
2 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved