Gaet pengusaha Jepang, BKPM gandeng BNI
Selasa, 02 April 2013 - 09:54 WIB
Gaet pengusaha Jepang, BKPM gandeng BNI
A
A
A
Sindonews.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama PT Bank Negara Indonesia (BNI) mendorong realisasi investasi dari pengusaha asal Jepang yang berniat merelokasi usaha mereka ke Indonesia.
Hubungan kerja sama antara BKPM dengan BNI dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di Jakarta hari ini antara Kepala BPKM Muhamad Chatib Basri dengan Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo.
Kepala BKPM, Muhamad Chatib Basri berharap, kerja sama antara BKPM dan BNI dapat memfasilitasi pengusaha Jepang yang berniat menanamkan modalnya di Tanah Air.
"Dengan adanya kerja sama antara BKPM dengan BNI diharapkan pelayanan bagi investor Jepang yang ingin merelokasi usahanya di Indonesia menjadi semakin mudah," ujar Chatib di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (2/4/2013).
Kedua belah pihak sepakat melakukan kerja sama dalam rangka kegiatan promosi bersama dan pemanfaatan produk serta layanan jasa perbankan terkait dengan kegiatan penanaman modal asing, yang pada tahap awal akan dimulai dengan kegiatan bersama promosi penanaman modal dari Jepang ke Indonesia dan sebaliknya dari Indonesia ke Jepang.
Chatib menegaskan bahwa melalui nota kesepahaman antara BKPM dan BNI akan dibangun kemitraan yang strategis antara kedua lembaga. "Akan dibangun kemitraan untuk mempromosikan investasi di Indonesia yang sejalan dengan fokus kami dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia," tegasnya.
Sementara Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo mengatakan bahwa nota kesepahaman ini mampu menjadi strategic alliance yang dapat memudahkan pengusaha Jepang untuk merealisasikan relokasi usahanya ke Indonesia.
"Dengan relokasi itu, upaya pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja baru akan terbantu," ungkapnya.
Berbagai manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya nota kesepahaman ini, antara lain kemudahan jalur informasi mengenai investasi yang sedang berkembang di Indonesia, meningkatkan kemudahan bagi investor potensial Jepang ke Indonesia untuk berinvestasi di Indonesia, begitu pula sebaliknya.
Hubungan kerja sama antara BKPM dengan BNI dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di Jakarta hari ini antara Kepala BPKM Muhamad Chatib Basri dengan Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo.
Kepala BKPM, Muhamad Chatib Basri berharap, kerja sama antara BKPM dan BNI dapat memfasilitasi pengusaha Jepang yang berniat menanamkan modalnya di Tanah Air.
"Dengan adanya kerja sama antara BKPM dengan BNI diharapkan pelayanan bagi investor Jepang yang ingin merelokasi usahanya di Indonesia menjadi semakin mudah," ujar Chatib di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (2/4/2013).
Kedua belah pihak sepakat melakukan kerja sama dalam rangka kegiatan promosi bersama dan pemanfaatan produk serta layanan jasa perbankan terkait dengan kegiatan penanaman modal asing, yang pada tahap awal akan dimulai dengan kegiatan bersama promosi penanaman modal dari Jepang ke Indonesia dan sebaliknya dari Indonesia ke Jepang.
Chatib menegaskan bahwa melalui nota kesepahaman antara BKPM dan BNI akan dibangun kemitraan yang strategis antara kedua lembaga. "Akan dibangun kemitraan untuk mempromosikan investasi di Indonesia yang sejalan dengan fokus kami dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia," tegasnya.
Sementara Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo mengatakan bahwa nota kesepahaman ini mampu menjadi strategic alliance yang dapat memudahkan pengusaha Jepang untuk merealisasikan relokasi usahanya ke Indonesia.
"Dengan relokasi itu, upaya pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja baru akan terbantu," ungkapnya.
Berbagai manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya nota kesepahaman ini, antara lain kemudahan jalur informasi mengenai investasi yang sedang berkembang di Indonesia, meningkatkan kemudahan bagi investor potensial Jepang ke Indonesia untuk berinvestasi di Indonesia, begitu pula sebaliknya.
(rna)
Lihat Juga :