Tahun ini, permintaan batu bara masih tinggi

Jum'at, 05 April 2013 - 10:29 WIB
Tahun ini, permintaan...
Tahun ini, permintaan batu bara masih tinggi
A A A
Sindonews.com - Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Edi Prasodjo mengatakan bahwa permintaan batu bara tahun ini tetap tinggi karena pengembangan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan infrastruktur lain terkait kelistrikan yang terus berkembang.

"Kita mengharapkan batu bara tetap baik dan menduga demand (permintaan) batu bara tahun ini tetap tinggi, (permintaan batu bara) kebanyakan dari kelistrikan dan adanya pengembangan PLTU," ujarnya kepada Sindonews sebelum pelantikan eselon II di gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (5/4/2013).

Edi menjelaskan, untuk suplai batu bara sebesar 20 persen digunakan untuk kebutuhan domestik, sedangkan sisanya diekspor ke sejumlah negara Asia. Menurut dia, produksi batu bara domestik paling banyak diekspor ke China, India, Korea, Jepang dan Taiwan.

"Sedangkan produksi terbanyak masih berasal dari provinsi Kalimantan Timur sebesar 90 persen," ungkapnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tanpa DMO Batu Bara,...
Tanpa DMO Batu Bara, Industri Semen hingga Tekstil Bakal Sempoyongan
ESDM Tolak Rencana Produksi...
ESDM Tolak Rencana Produksi Batu Bara 51 Perusahaan Sebanyak 7,8 Juta Ton
Batu Bara Kembali Diekspor...
Batu Bara Kembali Diekspor Secara Bertahap
Target Produksi Batu...
Target Produksi Batu Bara Nasional 2022 Capai 663 Juta Ton
Aksi Damai Protes Bisnis...
Aksi Damai Protes Bisnis Kotor Batubara
Transformasi Batubara...
Transformasi Batubara Menuju Energi Bernilai Tambah
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
15 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved