PUSKEPI : Penggunaan kereta bisa tekan konsumsi BBM

Selasa, 09 April 2013 - 17:23 WIB
PUSKEPI : Penggunaan...
PUSKEPI : Penggunaan kereta bisa tekan konsumsi BBM
A A A
Sindonews.com - Pusat Studi Kebijakan Publik (PUSKEPI) menilai pengambilan kebijakan terkait opsi pengendalian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi harus diimbangi dengan upaya pemerintah memaksimalkan transportasi massal, terutama kereta.

"Jika saja pemerintah memberikan perhatian yang lebih intens terhadap keberadaan alat transportasi massal kereta misalnya, maka ini niscaya akan mampu menyumbang penekanan penggunaan BBM bersubsidi. Hal ini akan mampu mengurangi beban APBN terhadap subsidi BBM," kata Direktur PUSKEPI Sofyano Zakaria, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (9/4/2013).

Sofyano menyayangkan dengan besarnya subsidi BBM, maka eksesnya berdampak pada kurangnya perhatian terhadap keberadaan dan peran kereta. Akibatnya, kereta belum mampu menjadi alat transportasi massal yang jadi pilihan utama masyarakat.

Dia membandingkan, besaran subsidi yang diberikan pemerintah terhadap PTKA per tahun hanya sekitar Rp770 miliar, sedangkan Trans Jakarta, yang beroperasi pada wilayah Jakarta mendapat subsidi dari Pemerintah Provinsi DKI sebesar Rp500 miliar per tahun.

“PTKA yang beroperasi melayani masyarakat di seluruh pulau Jawa dan sumatera harusnya subsidinya jauh lebih besar dari yang diberikan pemerintah saat ini dan harusnya jauh lebih besar dari subsidi yang diberikan Pemda DKI kepada Trans Jakarta,” bebernya.

Lebih lanjut Sofyano menuturkan, subsidi bagi PTKA mestinya tidak hanya dititikberatkan pada kereta commuter line saja, tapi juga angkutan barang.

Dengan demikian, jika kereta sudah menjadi sarana transportasi massal yang diandalkan dan jadi tujuan utama masyarakat, maka akan mampu mengurangi penggunaan BBM bersubsidi dan juga mampu mengurangi volume kendaraan bermotor di jalan raya.

“Ini akan membuat kondisi jalan jalan raya yang ada akan lebih panjang usianya karena berkurangnya beban dari truk-truk pengangkut barang,” tandas Sofyano.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tepat Sasaran, Hanya...
Tak Tepat Sasaran, Hanya 40 Persen Masyarakat Tak Mampu Penerima Subsidi BBM
Menilik Urgensi Reformasi...
Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
DPR Usul Sistem Pemberian...
DPR Usul Sistem Pemberian Subsidi BBM Diubah
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
37 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
1 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved