Akhirnya, proyek PLTP Sarulla siap direalisasikan

Kamis, 11 April 2013 - 10:59 WIB
Akhirnya, proyek PLTP...
Akhirnya, proyek PLTP Sarulla siap direalisasikan
A A A
Sindonews.com - Setelah melalui perjalanan panjang selama puluhan tahun, akhirnya proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla dapat segera direalisasikan. Hal ini ditandai dengan diserahkannya persetujuan Amandemen Energy Sales Contract (ESC) terhadap Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pertamina Geothermal Energi (PGE).

Amandemen tersebut sekaligus menandai telah diselesaikannya proses administrasi yang sempat terhambat cukup lama, sehingga realisasi proyek tersebut dapat segera dimulai.

"Dari yang saya pelajari, geothermal Sarulla sudah ditemukan sejak 1993. Betapa lamanya kita menyelesaikan suatu proyek. Hari ini, pada April sudah ditandatangani, sekarang kita bisa mulai," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (11/4/2013).

Menurutnya, dengan kapasitasnya yang besar, proyek ini akan memberi arti besar bagai Indonesia, khususnya masyarakat Sumatera Utara.

"PLTP Sarulla adalah pembangkit listrik terbesar dalam program percepatan pembangunan listrik 10 ribu MW tahap II. Karena tiga kali 110 MW geothermal itu besar sekali bagi Indonesia terutama listrik untuk masyarakat Sumatera Utara," ujar Jero.

Dalam kesempatan yang sama, Penyerahan ESC yang dilanjutkan dengan penyerahan Surat Jaminan Kelayakan Usaha (SJKU) dari Menteri Keuangan, Agus Martowardojo kepada Konsorsium Sarulla Operations Limited (SOL) ini, dipandang Wakil Presiden RI Boediono sebagai momentum optimisme bagi masyarakat Indonesia.

"Hari ini patut dijadikan hari untuk memberikan optimisme bagi kita semua. Geothermal kita memiliki kapasitas begitu besar, tapi kita memanfaatkan begitu kecil. Ini proyek yang baik, tapi macet banyak. Jadi terealisasinya ini mari kita apresiasi," tutur Wapres.

PLTP Sarulla sendiri diketahui adalah pembangkit listrik terbesar di Indonesia. Bahkan di dunia, PLTP Sarulla ini termasuk dalam geothermal yang terbesar dalam single-contract dan akan sangat mempercepat dalam mencapai sasaran elektrifikasi di Indonesia.

Proyek ini membutuhkan investasi sebesar USD1,5 miliar yang didanai oleh partisipasi swasta yang dipimpin Medco Energi dengan konsorsium perusahaan multinasional seperti Itochu, Kyusu, dan Ormat yang terdiri dari equity 20 persen dan pinjaman lunak dari Japan Bank forInternational Corpoation (JBIC) 80 persen melalui skema IPP (Independen Power Producer).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Koordinasi Intensif...
Koordinasi Intensif Mengurai Tantangan Pengembangan Panas Bumi
Garap Proyek PLTP Dieng...
Garap Proyek PLTP Dieng Unit 2 dan PLTP Patuha 2, GeoDipa Ditopang PT PII
Pengeboran Segera Dimulai,...
Pengeboran Segera Dimulai, Megaproyek PLTP Patuha 2 Topang Pasokan Listrik Jawa-Bali
Resmi Beroperasi, PLTP...
Resmi Beroperasi, PLTP Sorik Marapi Unit 2 Kapasitas 45 MW
Buntut Kebocoran Gas,...
Buntut Kebocoran Gas, Kementerian ESDM Setop Operasi PLTP Sorik Marapi
Bangun PLTP Mataloko...
Bangun PLTP Mataloko 20 MW di NTT, PLN Kucurkan Rp101,8 Miliar
Berita Terkini
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
24 menit yang lalu
Dibuka Menguat 0,33%,...
Dibuka Menguat 0,33%, IHSG Berbalik Melemah di Menit Pertama
39 menit yang lalu
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
56 menit yang lalu
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
1 jam yang lalu
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
2 jam yang lalu
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
12 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved