Bangun PLTP Mataloko 20 MW di NTT, PLN Kucurkan Rp101,8 Miliar
Rabu, 14 Juli 2021 - 16:31 WIB
loading...
Proyek PLTP Mataloko di Kabupaten Ngada, NTT, ditargetkan beroperasi komersial pada 2024. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko berkapasitas 20 megawatt (MW) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembangunan pembangkit ramah lingkungan ini diperkirakan menelan biaya Rp101,8 miliar.
"Pembangunan PLTP Mataloko merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan peran EBT pada bauran energi nasional yang ditargetkan mencapai 23% pada 2025," kata General Manager Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusa Tenggara Joshua Simanungkalit dalam keterangannya, Rabu (14/7/2021).
Baca Juga: PLN Kelola 7 PLTP, Nilai Asetnya Capai Rp12,3 Triliun
Dia menjelaskan, saat ini proyek tersebut telah memasuki tahapan pra konstruksi. Kegiatan pada tahap ini berupa tahapan persiapan pengadaan lahan dan pengurusan izin. "Sesuai dengan ketentuan, aturan, dan undang-undang yang berlaku, saat ini kami sedang melaksanakan proses pengajuan izin penetapan lokasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, dan progress sampai dengan saat ini masih on the track," jelasnya.
PLTP Mataloko merupakan program pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang termasuk dalam program 35.000 MW. Program ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) di wilayah tersebut. "Pembangkit yang dibangun di atas lahan seluas 210.700 meter persegi ini ditargetkan beroperasi komersial pada 2024," ujarnya.
"Pembangunan PLTP Mataloko merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan peran EBT pada bauran energi nasional yang ditargetkan mencapai 23% pada 2025," kata General Manager Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusa Tenggara Joshua Simanungkalit dalam keterangannya, Rabu (14/7/2021).
Baca Juga: PLN Kelola 7 PLTP, Nilai Asetnya Capai Rp12,3 Triliun
Dia menjelaskan, saat ini proyek tersebut telah memasuki tahapan pra konstruksi. Kegiatan pada tahap ini berupa tahapan persiapan pengadaan lahan dan pengurusan izin. "Sesuai dengan ketentuan, aturan, dan undang-undang yang berlaku, saat ini kami sedang melaksanakan proses pengajuan izin penetapan lokasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, dan progress sampai dengan saat ini masih on the track," jelasnya.
PLTP Mataloko merupakan program pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang termasuk dalam program 35.000 MW. Program ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) di wilayah tersebut. "Pembangkit yang dibangun di atas lahan seluas 210.700 meter persegi ini ditargetkan beroperasi komersial pada 2024," ujarnya.
Lihat Juga :