Sistem penjatahan kuota distribusi BBM bersubsidi minta dihapus

Kamis, 25 April 2013 - 16:57 WIB
Sistem penjatahan kuota...
Sistem penjatahan kuota distribusi BBM bersubsidi minta dihapus
A A A
Sindonews.com - Pengamat Perminyakan dari Universitas Indonesia Kurtubi menyarankan agar sistem penjatahan kuota dalam pendistribusian BBM bersubsidi yang termaktub dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) segera dihapuskan. Pasalnya, sistem penjatahan kuota dinilai kebijakan yang salah kaprah.

“Dampak dari penetapan kuota BBM dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional,” kata dia di Jakarta, Kamis (25/4/2013).

Dia menuturkan, penjatatahan menggunakan kuota bisa menggangu kegiatan ekonomi masyarakat. Hal itu akan berimbas terhadap menurunnya pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Kurtubi, jika pemerintah ingin menekan konsumsi BBM bersubsidi, salah satu caranya adalah mempercepat program konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG). Selain karena harganya yang lebih murah, energi ini juga ramah lingkungan.

“Dengan menggunakan gas, masyarakat bisa mendapatkan bahan bakar lebih murah,” kata dia.

Terpisah, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menilai, pemerintah terlambat menyadari jika tahun ini kuota BBM bersubsidi tidak mencukupi. Menurut Pri Agung, bukan tahun ini saja penetapan kuota selalu meleset akan tapi tahun-tahun sebelumnya juga begitu.

Dia juga menjelaskan, terjadinya krisis kuota BBM bersubsidi karena basis perhitungannya tidak didasarkan atas parameter-paramater yang tepat. Berapa volume yang dikonsumsi masyarakat dan berapa yang disalahgunakan tidak diketahui dengan pasti, sehingga sulit membuat proyeksi yang akurat.

Selain itu, lanjut dia, jebolnya kuota BBM disebabkan karena angka konsumsi dalam APBN 2013 ditetapkan sebelum angka realisasi 2012 diketahui, sehingga tidak realistis. “Tidak heran kalau sekarang akan direvisi kembali,” tuturnya.

Dia menuturkan, usulan penambahan kuota BBM bersubsidi kemungkinan ada benarnya. Namun dengan asumsi program pengendalian dan pengawasan menggunakan teknologi informasi berjalan baik dan mampu menekan penyalahgunaan. “Jika asumsi itu tidak terpenuhi, dalam perkiraan saya volume tahun ini bisa mencapai 50 juta kiloliter,” ungkap dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kasus Penyalahgunaan...
Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Bareskrim: Pelaku Tampung dari Sejumlah SPBU
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Butuh Tambahan 6 Juta KL hingga Akhir 2022
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Tinggal Tersisa 4 Juta Kiloliter
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
3 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
4 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
7 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
7 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 jam yang lalu
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved