Hotel Mandarine target pendapatan tumbuh 22,57%
Jum'at, 31 Mei 2013 - 14:14 WIB
Hotel Mandarine target pendapatan tumbuh 22,57%
A
A
A
Sindonews.com - PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) menargetkan pendapatan usaha pada tahun ini tumbuh 22,57 persen menjadi Rp47,04 miliar dibanding periode yang sama tahun 2012 senilai Rp38,38 miliar.
Dalam bahan paparan publik perseroan di keterbukaan inormasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/5/2013) juga ditargetkan laba kotor tahun ini bisa naik 77,94 persen menjadi Rp22,88 miliar dari tahun lalu Rp12,86 miliar.
Sementara laba sebelum pajak ditargetkan sebesar Rp5,32 miliar, naik dibanding tahun sebelumnya yang mencatat rugi sebelum pajak Rp9,56 miliar. Sedangkan laba bersih diproyeksikan menjadi Rp979 juta dari tahun lalu defisit Rp9,06 miliar.
Dibanding kinerja 2011, perseroan masih mencatat laba bersih senilai Rp813 juta dengan pendapatan usaha sebesar Rp41,48 miliar. Rugi bersih tahun lalu disebabkan dampak dari kerugian kurs dan koreksi pengakuan pendapatan Goodway Vocation Club.
Adapun pendapatan yang menurun 7,84 persen dibanding 2011 akibat turunnya tingkat hunian dari 56,56 persen menjadi 53,5 persen karena bertambahnya jumlah pasokan kamar di Kota Batam. Di samping itu, beban perseroan pada tahun lalu juga meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Sementara untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggannya, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp5 miliar, dimana sumbernya sebagian berasal dari dana hasil rights issue.
Sekedar mengingatkan, perseroan pada akhir tahun lalu melakukan penawaran umum terbatas (PUT) I dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebesar Rp103,14 miliar. Dana tersebut digunakan untuk modal kerja, pembayaran cicilan sebagian utang pokok Bank Mandiri, take over perusahaan anak dan capex.
Dalam bahan paparan publik perseroan di keterbukaan inormasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/5/2013) juga ditargetkan laba kotor tahun ini bisa naik 77,94 persen menjadi Rp22,88 miliar dari tahun lalu Rp12,86 miliar.
Sementara laba sebelum pajak ditargetkan sebesar Rp5,32 miliar, naik dibanding tahun sebelumnya yang mencatat rugi sebelum pajak Rp9,56 miliar. Sedangkan laba bersih diproyeksikan menjadi Rp979 juta dari tahun lalu defisit Rp9,06 miliar.
Dibanding kinerja 2011, perseroan masih mencatat laba bersih senilai Rp813 juta dengan pendapatan usaha sebesar Rp41,48 miliar. Rugi bersih tahun lalu disebabkan dampak dari kerugian kurs dan koreksi pengakuan pendapatan Goodway Vocation Club.
Adapun pendapatan yang menurun 7,84 persen dibanding 2011 akibat turunnya tingkat hunian dari 56,56 persen menjadi 53,5 persen karena bertambahnya jumlah pasokan kamar di Kota Batam. Di samping itu, beban perseroan pada tahun lalu juga meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Sementara untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggannya, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp5 miliar, dimana sumbernya sebagian berasal dari dana hasil rights issue.
Sekedar mengingatkan, perseroan pada akhir tahun lalu melakukan penawaran umum terbatas (PUT) I dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebesar Rp103,14 miliar. Dana tersebut digunakan untuk modal kerja, pembayaran cicilan sebagian utang pokok Bank Mandiri, take over perusahaan anak dan capex.
(rna)
Lihat Juga :