Akhir pekan, IHSG diprediksi melemah terbatas
Jum'at, 07 Juni 2013 - 07:58 WIB
Akhir pekan, IHSG diprediksi melemah terbatas
A
A
A
Sindonews.com - Menutup perdagangan pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah terbatas setelah sebelumnya sempat diselingi libur tanggal merah di tengah pekan. Pelemahan terutama diakibatkan ramainya sentimen negatif baik dari dalam maupun luar negeri.
"Pada perdagangan terakhir pekan ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas. Kisaran support-resistance 4.907-5.030," kata Analis Riset PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Jumat (7/6/2013).
Pelemhan yang terjadi, menurut Purwoko terutama merujuk pada pergerakan IHSG yang ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin.
"Melemahnya indeks didorong oleh sentiment negatif dari pernyataan para ekonom bahwa The Fed kemungkinan akan memperlambat stimulus yang berjalan saat ini setidaknya paling cepat pada September mendatang ditengah perbaikan ekonomi," kata dia.
Perkiraan tersebut seiring dengan terus membaiknya beberapa data makro ekonomi AS, seperti data pengangguran. Selain itu, bursa regional Asia juga bergerak melemah mengikuti jatuhnya indeks Nikkei merespon pidato dari Perdana Menteri Shinzo Abe terkait strategi ekonomi dari pemerintah negara tersebut.
"Dari dalam negeri, investor masih dibayangi oleh berlanjutnya aksi jual investor asing, serta sentiment negatif dari defisit perdagangan yang mencapai rekor tertinggi untuk periode April lalu," tuturnya.
"Pada perdagangan terakhir pekan ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas. Kisaran support-resistance 4.907-5.030," kata Analis Riset PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Jumat (7/6/2013).
Pelemhan yang terjadi, menurut Purwoko terutama merujuk pada pergerakan IHSG yang ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin.
"Melemahnya indeks didorong oleh sentiment negatif dari pernyataan para ekonom bahwa The Fed kemungkinan akan memperlambat stimulus yang berjalan saat ini setidaknya paling cepat pada September mendatang ditengah perbaikan ekonomi," kata dia.
Perkiraan tersebut seiring dengan terus membaiknya beberapa data makro ekonomi AS, seperti data pengangguran. Selain itu, bursa regional Asia juga bergerak melemah mengikuti jatuhnya indeks Nikkei merespon pidato dari Perdana Menteri Shinzo Abe terkait strategi ekonomi dari pemerintah negara tersebut.
"Dari dalam negeri, investor masih dibayangi oleh berlanjutnya aksi jual investor asing, serta sentiment negatif dari defisit perdagangan yang mencapai rekor tertinggi untuk periode April lalu," tuturnya.
(rna)
Lihat Juga :