Dua pekan, IHSG dilanda tekanan jual
Jum'at, 07 Juni 2013 - 18:09 WIB
Dua pekan, IHSG dilanda tekanan jual
A
A
A
Sindonews.com - Sesuai prediksi pagi tadi, Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan terakhir pekan ini ditutup anjlok cukup dalam, hingga 2,72 persen menyusul penurunan dalam yang terjadi pada bursa regional.
Tekanan jual dipicu oleh berlanjutnya aksi jual investor asing. "Hampir dua pekan terakhir investor asing melakukan aksi jual investasi yang mereka lakukan pada awal tahun," kata Riset Analis PT Analis Sekuritas, Purwoko Sartono, Jumat (7/6/2013).
Parahnya, lanjut dia, tekanan jual tidak hanya melanda saham unggulan, namun dapat dilihat juga terjadi pada saham second dan third liner.
Menurutnya, dari eksternal, kekhawatiran akan penghentian stimulus masih menjadi fokus investor global. Kamis pekan lalu ECB tidak mengumumkan adanya tambahan stimulus, sehingga membuat bursa Eropa koreksi lebih dari 1 persen.
Dirinya mengharapkan, pekan depan tekanan jual akan mulai mereda. "Meski demikian, kami melihat indeks masih akan berada dalam trend bearish. Meredanya tekanan terhadap indeks dapat dimanfaatkan untuk bargain hunting guna melakukan trading jangka pendek," pungkas Purwoko.
Tekanan jual dipicu oleh berlanjutnya aksi jual investor asing. "Hampir dua pekan terakhir investor asing melakukan aksi jual investasi yang mereka lakukan pada awal tahun," kata Riset Analis PT Analis Sekuritas, Purwoko Sartono, Jumat (7/6/2013).
Parahnya, lanjut dia, tekanan jual tidak hanya melanda saham unggulan, namun dapat dilihat juga terjadi pada saham second dan third liner.
Menurutnya, dari eksternal, kekhawatiran akan penghentian stimulus masih menjadi fokus investor global. Kamis pekan lalu ECB tidak mengumumkan adanya tambahan stimulus, sehingga membuat bursa Eropa koreksi lebih dari 1 persen.
Dirinya mengharapkan, pekan depan tekanan jual akan mulai mereda. "Meski demikian, kami melihat indeks masih akan berada dalam trend bearish. Meredanya tekanan terhadap indeks dapat dimanfaatkan untuk bargain hunting guna melakukan trading jangka pendek," pungkas Purwoko.
(izz)
Lihat Juga :