Awas, IHSG masih akan jatuh lebih dalam
Selasa, 11 Juni 2013 - 08:10 WIB
Awas, IHSG masih akan jatuh lebih dalam
A
A
A
Sindonews.com - Masih tingginya tekanan jual tampak masih menjadi alasan kuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sulit bergerak menguat. Bahkan, tren pelemahan masih akan terjadi pada hari ini menyusul pelemahan signifikan yang terjadi pada hari sebelumnya.
"Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Kisaran support-resistance 4.721-4.810," kata Riset Analis PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, selasa (11/6/2013).
Potensi kejatuhan ini, kata Purwoko, didorong tekanan jual dari pasar masih akan berlanjut meski investor juga diperkirakan akan melakukan bargain hunting menyusul penurunan besar yang terjadi beberapa hari terakhir.
"Hingga kemarin, IHSG turun cukup signifikan didorong oleh sentimen negatif dari melemahnya nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp10.000/USD," lanjut Purwoko.
Melemahnya nilai tukar rupiah ini sehubungan dengan aksi jual yang terus dilakukan oleh investor asing dalam dua pekan terakhir. "Aksi jual asing ini juga terkait dengan ketidakpastian dari kebijakan BBM," tegasnya.
Padahal, melemahnya IHSG ini terjadi ditengah menguatnya sebagian besar bursa regional seiring dengan optimisme akan pemulihan ekonomi yang terjadi di AS.
Data payrolls naik 175.000 pada bulan April, jauh lebih tinggi dari konsensus yang sebesar 163.000. Penambahan pekerja oleh perusahaan di Amerika menggambarkan optimisme terhadap prospek usaha di semester kedua tahun ini.
Sedangkan angka pengangguran bulan Mei sebesar 7,6 persen naik dari bulan sebelumnya yang sebesar 7,5 persen. Dari Jepang dikabarkan terjadi revisi data pertumbuhan ekonomi Q1-13 dari 3,5 persen menjadi 4,1 persen.
"Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Kisaran support-resistance 4.721-4.810," kata Riset Analis PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, selasa (11/6/2013).
Potensi kejatuhan ini, kata Purwoko, didorong tekanan jual dari pasar masih akan berlanjut meski investor juga diperkirakan akan melakukan bargain hunting menyusul penurunan besar yang terjadi beberapa hari terakhir.
"Hingga kemarin, IHSG turun cukup signifikan didorong oleh sentimen negatif dari melemahnya nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp10.000/USD," lanjut Purwoko.
Melemahnya nilai tukar rupiah ini sehubungan dengan aksi jual yang terus dilakukan oleh investor asing dalam dua pekan terakhir. "Aksi jual asing ini juga terkait dengan ketidakpastian dari kebijakan BBM," tegasnya.
Padahal, melemahnya IHSG ini terjadi ditengah menguatnya sebagian besar bursa regional seiring dengan optimisme akan pemulihan ekonomi yang terjadi di AS.
Data payrolls naik 175.000 pada bulan April, jauh lebih tinggi dari konsensus yang sebesar 163.000. Penambahan pekerja oleh perusahaan di Amerika menggambarkan optimisme terhadap prospek usaha di semester kedua tahun ini.
Sedangkan angka pengangguran bulan Mei sebesar 7,6 persen naik dari bulan sebelumnya yang sebesar 7,5 persen. Dari Jepang dikabarkan terjadi revisi data pertumbuhan ekonomi Q1-13 dari 3,5 persen menjadi 4,1 persen.
(gpr)
Lihat Juga :