Ekspor DIY mulai tinggalkan Amerika

Rabu, 12 Juni 2013 - 16:40 WIB
Ekspor DIY mulai tinggalkan...
Ekspor DIY mulai tinggalkan Amerika
A A A
Sindonews.com - Krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat dan Eropa banyak berpengaruh terhadap kondisi ekspor Daerah Istimewah Yogyakarta (DIY). Kini banyak eksportir yang mulai meninggalkan Amerika dan mengincar negara lain.

Di antaranya Jerman, Korea Selatan, India dan Jepang, nilai ekspor di negara-negara ini terus mengalami pertumbuhan, seiring pertumbuhan ekspor nasional.

Kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Menengah (UKM) Riyadi Ida Bagus mengatakan, Amerika Serikat masih menjadi andalan negara tujuan ekspor DIY. Dalam kondisi krisispun, negari Paman Sam ini masih menjadi andalan. Hanya saja nilainya sudah mulai turun dan tidak sebesar sebelum krisis.

“Ekspor ke Amerika sudah banyak turun. Kalau dulu sampai 60 persen, sekarang hanya 40 persen,” jelas Riyadi di DIY, Rabu (12/6/2013).

Selain Amerika, eksportir tahun ini lebih bervariasi. Mereka tidak hanya mengandalkan Amerika tetapi mampu membidik beberapa negara di Afrika dan Asia, di antaranya ke India, Korsel, Jepang dan Afrika, bahkan pertumbuhan ke Jerman cukup bagus.

Riyadi melihat komoditas yang banyak tumbuh adalah ekspor minyak atsiri, mebel dan juga kerajinan kayu. Komoditas ini mampu mendukung produk sarung tangan kulit dan garmen yang dulu menjadi tumpuan ekspor. “Memang pasar di Asia tidak seekstrim di Amerika, tetapi pertumbuhannya bagus,” ujarnya.

Ketua Asmindo DIY, Yuli Sugianto membenarkan adanya pergeseran pasar ekspor dari Amerika dan Eropa ke sejumlah negara. Bahkan potensi ekspor di ASEAN, China, India, Afrika Selatan dan Timur Tengah cukup menjanjikan.

Hanya saja, tidak bisa pasar ini meninggalkan Amerika khususnya untuk produk massal. “Amerika sempat drop, tetapi sekarang sedikit tumbuh dan masih memegang porsi besar ekspor,” jelas Yuli.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved