Ditopang data positif, IHSG diprediksi menguat
Senin, 17 Juni 2013 - 08:54 WIB
Ditopang data positif, IHSG diprediksi menguat
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang memandang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal akan melanjutkan tren penguatannya setelah pada akhir pekan lalu ditutup menghijau didukung positifnya sejumlah data yang disampaikan emiten-emiten dalam negeri.
"IHSG akan berada pada kisaran 4.679-4.809. Pola white opening marubozu disertai oversold market terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal di hari Senin," kata Edwin, Senin (17/6/2013).
Dari dalam negeri, isu utama yang akan menjadi fokus adalah apa hasil Rapat Paripurna DPR mengenai pengesahan RUU APBN-P 2013 terutama mengenai kapan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tersebut dilakukan.
Selain itu, investor juga ingin tahu seperti apa aksi demonstrasi untuk menentang kenaikan tersebut yang dilakukan berbagai elemen masyarakat di seluruh Indonesia dan apakah perlawanan tersebut membawa dampak atas roda perekonomian Indonesia.
Investor juga mencermati kemana pergerakan USD/IDR, pergerakan Bursa regional dan apakah investor asing tetap melanjutkan aksi jual mereka di saat net buy asing tersisa Rp840 miliar, menurut Edwin, dari level tertinggi net buy asing di minggu ke-14 Rp19,27 triliun.
Data ekonomi AS yang dirilis minggu ini cukup berat dan fokus investor global tertuju atas FOMC meeting yang akan dilakukan selama dua hari, yakni pada hari Selasa dan Rabu.
Dimana tidak hanya tertuju atas setiap kalimat yang diucapkan The Fed dan bagaimana The Fed menginterpretasikan data baru yang dirilis dan apakah The Fed berpikir terjadi peningkatan kondisi ekonomi dikaitkan dengan program stimulus, sehingga muncul dua pertanyaan besar yang menggelayuti pikiran investor.
Adapun dua pertanyaan besar tersebut, yakni kapan hal itu akan terjadi dan apa yang akan terjada dengan Fed rate ketika paket stimulus tersebut dihentikan.
"IHSG akan berada pada kisaran 4.679-4.809. Pola white opening marubozu disertai oversold market terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal di hari Senin," kata Edwin, Senin (17/6/2013).
Dari dalam negeri, isu utama yang akan menjadi fokus adalah apa hasil Rapat Paripurna DPR mengenai pengesahan RUU APBN-P 2013 terutama mengenai kapan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tersebut dilakukan.
Selain itu, investor juga ingin tahu seperti apa aksi demonstrasi untuk menentang kenaikan tersebut yang dilakukan berbagai elemen masyarakat di seluruh Indonesia dan apakah perlawanan tersebut membawa dampak atas roda perekonomian Indonesia.
Investor juga mencermati kemana pergerakan USD/IDR, pergerakan Bursa regional dan apakah investor asing tetap melanjutkan aksi jual mereka di saat net buy asing tersisa Rp840 miliar, menurut Edwin, dari level tertinggi net buy asing di minggu ke-14 Rp19,27 triliun.
Data ekonomi AS yang dirilis minggu ini cukup berat dan fokus investor global tertuju atas FOMC meeting yang akan dilakukan selama dua hari, yakni pada hari Selasa dan Rabu.
Dimana tidak hanya tertuju atas setiap kalimat yang diucapkan The Fed dan bagaimana The Fed menginterpretasikan data baru yang dirilis dan apakah The Fed berpikir terjadi peningkatan kondisi ekonomi dikaitkan dengan program stimulus, sehingga muncul dua pertanyaan besar yang menggelayuti pikiran investor.
Adapun dua pertanyaan besar tersebut, yakni kapan hal itu akan terjadi dan apa yang akan terjada dengan Fed rate ketika paket stimulus tersebut dihentikan.
(rna)
Lihat Juga :