Terseret Dow Jones, IHSG diperkirakan melemah

Kamis, 20 Juni 2013 - 08:28 WIB
Terseret Dow Jones,...
Terseret Dow Jones, IHSG diperkirakan melemah
A A A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang memproyeksi pelemahan atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyusul kejatuhan Dow Jones dan aksi tunggu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan mewarnai perdagangan hari ini.

Dow Jones turun tajam sebanyak 206,04 poin (1,35 persen) ditutup pada level 15.112.19 menyusul berita kepastian The Fed akan mengurangi dan akhirnya menghentikan program QE3.

Kondisi itu juga mendorong yield US T-Note durasi 10 tahun naik ke level tertinggi selama 15 bulan terakhir menjadi 2.3325, persen sehingga mendorong turun harga ke level 1 9/32.

"Merujuk kejatuhan tajam Dow Jones 1,35 persen dan naiknya yield 10 year U.S. Treasury note ke level tertinggi 15 bulan terakhir, maka saya perkirakan IHSG berpeluang turun kembali dalam perdagangan Kamis di bawah level 4.800," kata Edwin, Kamis (20/6/2013).

Hal itu, lanjut Edwin, juga berpeluang mendorong yield Obligasi pemerintah tenor 10 tahun akan naik sambil memperhatikan USD/IDR yang berpeluang bergerak menuju Rp10.000 dan kenaikan BBM bersubsidi paling lambat akhir Juni.

Adapun kejatuhan Dow Jones tersebut, menyusul sejumlah data dan berita putusan kebijakan ekonomi AS yang baru saja di rilis Rabu kemarin.

"Terjawab sudah apa yang menjadi kekhawatiran pasar di Wall Street, dimana pada hari Rabu, Chairman The Fed Ben Bernanke mengatakan ekonomi AS bertumbuh cukup kuat untuk The Fed mulai secara perlahan mengurangi kecepatan pembelian obligasi di akhir tahun 2013," kata Edwin.

Sejalan dengan itu, lanjut dia, pada pertengahan tahun 2014, program QE3 tersebut akan pasti dihentikan dan diharapkan pada saat program QE3 tersebut dihentikan, maka tingkat pengangguran AS bisa di bawah 7 persen diiringi inflasi jangka panjang di atas 2 persen. Saat ini US unemployment rate berada pada level 7.6 persen.

Berkaitan dengan Fed rate, The Fed kembali menegaskan tidak akan menaikkan Fed rate sampai US unemployment rate mencapai minimal 6,5 persen diiringi outlook inflasi di bawah 2,5 persen, sehingga melihat kondisi tersebut, Fed rate belum akan naik sampai awal tahun 2015.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Covid Naik Bikin IHSG...
Covid Naik Bikin IHSG Tercekik, Analis: Tak Akan Separah 2020
Tren Jangka Pendek IHSG...
Tren Jangka Pendek IHSG Aman Jika Tak Sentuh Level 5.972
Dipicu Lonjakan Kasus...
Dipicu Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Berpeluang Terkonsolidasi
IHSG Berbalik Melemah...
IHSG Berbalik Melemah Pagi Ini Usai Kehilangan 3,41 Poin
187 Saham Menguat Bikin...
187 Saham Menguat Bikin IHSG Pagi Ini Dibuka Kokoh
Betah di Zona Hijau,...
Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik Hampir 1% ke Level 6.107
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
3 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
Jumlah Kunjungan Wisman...
Jumlah Kunjungan Wisman pada 2023 Diperkirakan Tembus 11 Juta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved