IHSG masih berpotensi melemah terbatas

Senin, 24 Juni 2013 - 08:23 WIB
IHSG masih berpotensi...
IHSG masih berpotensi melemah terbatas
A A A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih memiliki peluang melemah, dengan kisaran 4.472-4.560.

"Pola three black crows di area oversold terbentuk atas IHSG, mengindikasikan kejatuhan terbatas di hari Senin," ujar Edwin, Senin (24/6/2013).

Padahal, kata Edwin, salah satu sumber ketidakpastian dipasar mulai hilang setelah pemerintah menaikkan bensin bersubsidi rata-rata 32 persen, namun investor tetap harus waspada dan menghitung berapa besar dampaknya atas kenaikan inflasi dan BI rate serta kapan BI rate dinaikkan.

"Dimana untuk inflasi saya menghitung sekitar 2,2 persen hingga 2,4 persen ditambah level inflasi Mei 5,47 persen (YoY), maka perkiraan inflasi di akhir tahun 2013 dalam range 7,67-7,87 persen," ujarnya.

Di sisi lain, hal ini juga akan diikuti dengan kenaikan BI rate sekitar 25 basis poin (bps) hingga 75 bps sehingga BI rate berpotensi naik ke level 6,25-6,75 persen di tengah sisa net buy asing tahun 2013 minggu ke-25 hanya Rp20 miliar (level tertinggi net buy asing di mingggu ke-14 Rp19,49 triliun).

Dari luar negeri, berbagai data ekonomi akan mewarnai pergarakan bursa saham termasuk di Tanah Air. Paska Dow Jones menguat Jumat pekan lalu, setelah sebelumnya dihantui pengurangan dan penghentianprogram QE, maka minggu ini Wall Street bersiap menyambut hints mengenai kinerja laporan keuangan kuartal II/2013 serta beberapa data ekonomi yang akan dirilis.

Adapun data ekonomi yang akan dirilis antara lain, di hari Senin adalah Dallas Fed manufacturing activity dan Chicago Fed nat activity index. Di hari Selasa adalah durable goods orders, S&P/Case-Shiller home price index, Richmond Fed manufacturing index, consumer confidence & new home sales. Di hari Rabu ada pengumuman data GDP.

Kamis ada penguman data personal income dan expenditure, initial jobless claims, continuing claims, pending home sales. Terakhir di hari Jumat ada pengumuman data Chicago purchasing manager, Univ of Michigan confidence.

Di samping itu, data ekonomi negara besar lain yang perlu diperhatikan, seperti dari zona Eropa ada data German IFO business climate-current assessment dan expectation, German consumer confidence, German unemployment rate, France GDP, Euro zone consumer confidence.

Data ekonomi dari Jepang antara lain all industry activity, PMI manufacturing, household spending, jobless rate, CPI, industrial production dan retail trade. Sementara dari China terdapat data leading index, business sentiment indicator.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Covid Naik Bikin IHSG...
Covid Naik Bikin IHSG Tercekik, Analis: Tak Akan Separah 2020
Tren Jangka Pendek IHSG...
Tren Jangka Pendek IHSG Aman Jika Tak Sentuh Level 5.972
Dipicu Lonjakan Kasus...
Dipicu Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Berpeluang Terkonsolidasi
IHSG Berbalik Melemah...
IHSG Berbalik Melemah Pagi Ini Usai Kehilangan 3,41 Poin
187 Saham Menguat Bikin...
187 Saham Menguat Bikin IHSG Pagi Ini Dibuka Kokoh
Betah di Zona Hijau,...
Betah di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik Hampir 1% ke Level 6.107
Berita Terkini
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
47 menit yang lalu
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
56 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
2 jam yang lalu
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
2 jam yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
3 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
3 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved