BBM naik, ekspor mebel Jepara terancam

Selasa, 25 Juni 2013 - 10:37 WIB
BBM naik, ekspor mebel...
BBM naik, ekspor mebel Jepara terancam
A A A
Sindonews.com - Aktivitas ekspor mebel, furniture dan ukir-ukiran asal Jepara ke berbagai negara terancam seiring naiknya harga BBM. Karena besaran kenaikan BBM mencapai 40 persen, biaya produksi mebel Jepara pun ikut melonjak.

Agar tak merugi pihak produsen pun menyiapkan harga baru untuk produk andalan Jepara tersebut. Padahal di sisi yang lain, kompetitor yang berasal dari negara lain cenderung tidak menaikkan harga produk, karena tidak ada gejolak kenaikan BBM di negaranya masing-masing.

Ketua Asmindo Komda Jepara, Ahmad Fauzi mengatakan, kenaikan harga produk mebel, furniture dan ukir-ukiran asal Jepara memang tidak bisa dihindari. Sebab berbagai komponen mulai dari bahan baku, transportasi hingga upah pekerja sektor mebel ikut melonjak karena naiknya harga BBM. Imbasnya, harga jual produk pun ikut melonjak dalam kisaran 10-15 persen.

Fauzi memperkirakan kenaikan harga jual produk ini kemungkinan besar bisa diterima oleh konsumen dalam negeri. Sebab konsumen dalam negeri lebih bisa memahami naiknya harga jual produk tersebut lantaran mereka juga mengalami langsung imbas naiknya harga BBM.

Namun untuk konsumen luar negeri, kata Fauzi, responnya tentu berbeda. Sebab mereka tidak mengalami langsung karena tidak ada kebijakan kenaikan BBM di negara importir tersebut.

"Importir mana mau tahu. Mereka maunya beli produk Jepara dengan harga yang terjangkau dan jika dihitung dengan kalkulasi bisnis hasilnya untung," kata Fauzi, di Jepara, Selasa (25/6/2013).

Menurut Fauzi, kondisi ini bisa menjadi parah jika para kompetitor dari negara lain memanfaatkan situasi dilematis tersebut. Karena tidak ada kebijakan kenaikan BBM di negara kompetitor, maka mereka lebih leluasa menjual produk dengan harga lebih murah dan disertai dengan peningkatan kualitas sekelas mebel Jepara. "Ini jelas ancaman yang cukup serius bagi ekspor mebel Jepara," ucapnya.

Dampak kenaikan BBM terhadap ekspor mebel Jepara, kata Fauzi memang belum terasa dalam waktu dekat. Oleh karena itu, perlu penyikapan serius dari berbagai elemen terkait, agar eksistensi ekspor Jepara ke berbagai negara tetap terjaga.

"Kalau kondisi sekarang masih tertolong dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar (USD). Kalau rupiah melemah, maka buyer dari luar negeri mengganggap harga produk kita murah. Tapi ke depan kita tidak tahu bagaimana kondisinya," jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Furniture Plastik...
Industri Furniture Plastik Indonesia Berkembang Pesat dengan Inovasi dan Desain Baru
Jualan Kursi hingga...
Jualan Kursi hingga Ekspor, Chitose Cetak Peningkatan Laba di Kuartal III
Usai Garap Pasar AS,...
Usai Garap Pasar AS, Sohnne Siap Pasarkan Furnitur Indonesia ke Luar Negeri
Perkuat Industri Furnitur,...
Perkuat Industri Furnitur, IFEX 2025 Menumbuhkan Optimistis
Dorong Transformasi,...
Dorong Transformasi, Nilai Ekspor Mebel dan Kerajinan Jepara Tembus Rp5 Triliun
Berkah Pandemi buat...
Berkah Pandemi buat Industri Furnitur: Ekspor Tumbuh 5%
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
16 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
53 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved