Pemerintah dinilai diskriminatif soal gula di perbatasan

Senin, 01 Juli 2013 - 11:06 WIB
Pemerintah dinilai diskriminatif...
Pemerintah dinilai diskriminatif soal gula di perbatasan
A A A
Sindonews.com - Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (Apegti) mengimbau kepada masyarakat di perbatasan Kalimantan Barat (Kalbar) agar mendapatkan gula konsumsi hanya dengan menggunakan izin perjanjian perdagangan lintas batas Indonesia dan Malaysia.

Setiap rakyat perbatasan dapat berbelanja kebutuhan pangan dari negara tetangga sebesar 600 ringgit Malaysia sesuai dengan perjanjian sosekmalindo.

"Hanya dengan izin perdagangan lintas batas, masyarakat bisa mendapatkan gula dengan cara sah dan halal meski jumlahnya terbatas. Karena Kementerian Perdagangan (Kemendag) tidak mampu mengadakan dan mendistribusikan gula konsumsi kepada masyarakat perbatasan," kata Ketua Apegti, Natsir Mansyur dalam rilisnya, (1/7/2013).

Menurutnya, kebijakan gula konsumsi Kemendag masih diskriminatif terhadap masyarakat di perbatasan. Kondisi hingga saat ini masih terjadi disparitas harga yang tinggi antara gula impor dari Malaysia Rp9 ribu per kg dengan gula dari Jawa yang mencapai Rp15 ribu per kg.

"Tentu rakyat perbatasan pilih harga gula murah. Masalahnya, jumlah yang ditentukannya terbatas, sehingga memicu impor ilegal yang terjadi terus menerus," katanya.

Apegti meminta kepada aparat di perbatasan untuk melegalkan kebijakan impor gula dengan menggunakan pos lintas batas dan meminta kepada Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) agar membenahi masalah ini.

Karena, lanjut dia, rakyat di perbatasan merupakan bagian dari NKRI yang juga memiliki hak untuk bisa menikmati gula murah, bukan diberikan gula mahal.

"Ini pun kalau ada gulanya dari Jawa yang harganya jauh lebih mahal. Tapi selama ini gula dari Jawa susah ditemui," kata Natsir.

Dia menilai, kebijakan Menteri Perdagangan dengan memberikan impor raw sugar sebanyak 240 ribu ton kepada tiga perusahaan gula yang berbasis tebu tidak tepat.

"Kebijakannya spekulatif, tidak ekonomis, karena sampai saat ini gula yang diperuntukan untuk rakyat perbatasan tidak ada realisasinya," ungkap Natsir.

Atas semua permasalahan tersebut, Apegti meminta BPK untuk segera melakukan audit investigasi, dan KPK segera aktif terhadap kebijakan Kemendag terkait masalah impor raw sugar. "Sudah banyak kasus, tetapi saya heran KPK tidak menyentuh laporan yang masuk, ini mirip kasus daging impor," jelasnya.

Pihaknya juga menyayangkan sikap aparat yang terlalu reaktif terhadap impor gula rakyat perbatasan yang menggunakan izin belanja dengan mengunakan perjanjian sosekmalindo.

"Padahal masalah penyeludupan dan kriminal sudah ada polisi yang bertugas mengurus masalah ini. Kita juga menyayangkan Panja gula DPR RI tidak akomodatif terhadap rakyat perbatasan," pungkas Natsir.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-hati, Tuntut Impor...
Hati-hati, Tuntut Impor Raw Sugar Berdalih Kepentingan Petani dan UKM
Dugaan Beking di Balik...
Dugaan Beking di Balik Penimbuhan Ribuan Ton Gula Harus Diusut
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Biang Masalah Ekosistem...
Biang Masalah Ekosistem Gula Nasional, DPR Minta Pemerintah Stop Impor Rafinasi
Produksi Masih Kurang,...
Produksi Masih Kurang, Belum Saatnya Naikkan Kualitas Gula
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
5 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
6 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
6 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
6 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
8 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved