Jepang raih hak eksplorasi logam langka di Pasifik

Sabtu, 20 Juli 2013 - 18:11 WIB
Jepang raih hak eksplorasi...
Jepang raih hak eksplorasi logam langka di Pasifik
A A A
Sindonews.com - Jepang melaporkan telah memenangkan hak eksplorasi cobalt-rich di laut Pasifik, sebuah langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap China atas logam langka.

Dilansir dari AFP, Sabtu (20/7/2013), Otoritas Dasar Laut Internasional (International Seabed Authority/ISA) telah menyetujui rencana Jepang untuk meneliti area seluas 3.000 kilometer per segi di bawah perairan lepas internasional, yang terisolasi karang atoll Jepang di Minamitorishima. Daerah ini terletak 600 kilometer (375 mil) dari atoll yang terletak 1.850 kilometer selatan Tokyo.

Japan Oil, Gas and Metals National Corporation, bertindak atas nama pemerintah, karena menandatangani kontrak hak resmi eksplorasi dengan ISA selama 15 tahun.

Cobalt-rich kaya yang dianggap menutupi dasar laut antara 1.000 dan 2.000 meter, mengandung logam langka, seperti mangan, kobalt, nikel dan platinum.

Jepang yang miskin sumber daya mineral membutuhkan logam untuk komponen teknologi tinggi yang mereka kembangkan, termasuk baterai lithium-ion dan mesin mobil.

China, pemasok utama logam langka dan mineral dunia, telah menggunakan posisinya sebagai leverage untuk diplomatik saat terjadi konflik dengan Jepang atas perebutan pulau di Laut China Timur.

Pada 2010, China membatasi ekspor mineral ketika Jepang menangkap kapten kapal pukat China yang terlibat pengejaran dengan dua penjaga pantai Jepang mencoba membujuk menjauh dari Kepulauan Senkaku, yang diklaim China sebagai pulau Diaoyu.

Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Toshimitsu Motegi mengatakan, persetujuan awal dari rencana eksplorasi sangat penting karena dapat meningkatkan sumber daya pembangunan Jepang.

Sebelumnya, Jepang memperoleh hak eksklusif untuk mengeksplorasi dasar laut mineral di bawah perairan internasional pada 1987, untuk nodul mangan di wilayah tenggara Hawaii. Tetapi nodul tersebar setidaknya 4.000 meter di bawah permukaan laut, pengembangan pun belum dimulai (kata harian bisnis Nikkei).

ISA sendiri didirikan melalui Konvensi Hukum Laut PBB untuk mengatur dan mengendalikan semua kegiatan yang berhubungan dengan mineral di bawah perairan internasional.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Dampak Inflasi Global...
Dampak Inflasi Global Merembes ke Ekonomi Jepang, Investor Cemas
Resesi, Jepang Tak Lagi...
Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Terjun ke Jurang Resesi,...
Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Inflasi Jepang Tembus...
Inflasi Jepang Tembus 4%, Pecah Rekor Pertama Sejak 1981
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
10 menit yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
24 menit yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
24 menit yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
37 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
50 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved