Kondisi Suriah memanas buat Wall Street melemah

Rabu, 28 Agustus 2013 - 08:41 WIB
Kondisi Suriah memanas...
Kondisi Suriah memanas buat Wall Street melemah
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat ditutup kembali merosot dan menjadi penurunan terburuk sejak Juni akibat memanasnya kondisi geopolitik di Suriah atas kemungkinan serangan militer yang akan dilakukan Amerika Serikat terhadap pasukan Presiden Suriah Bashar al Assad.

Indeks S&P 500 ditutup di bawah 100-day moving average untuk pertama kalinya sejak 24 Juni 2013. Koreksi ini memperpanjang penurunan baru atas kebijakan The Fed yang akan mulai memperlambat paket stimulus moneternya.

"Ini (saham) bergerak sebagai efek spillover atas potensi serangan Amerika Serikat," kata Kepala Investasi BNY Mellon Wealth Management Leo Grohowski seperti dilansir Reuters, Rabu (28/8/2013).

Menurut dia, situasi geopolitik di Suriah telah meningkatkan resiko di pasar saham, sehingga portofolio perlu direalokasikan dari investasi berisiko seperti saham.

Perdagangan terakhir, indeks Dow Jones turun 170,33 poin atau 1,14 persen menjadi 14.776,13; indeks S&P 500 turun 26,30 poin atau 1,59 persen menjadi 1.630,48 dan Nasdaq turun 79,05 poin atau 2,16 persen menjadi 3.578,52.

Volume perdagangan tercatat sekitar 6,18 miliar lembar saham ditransaksikan di New York Stock Exchange, Nasdaq dan NYSE MKT. Angka itu di bawah rata-rata harian sepanjang tahun ini sebanyak 6,31 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
IHSG Ditutup Bertahan...
IHSG Ditutup Bertahan di Level 6.039, Ada 439 Saham Menguat
1 jam yang lalu
LKPP 2025 Raih Opini...
LKPP 2025 Raih Opini WTP dengan Defisit Terkendali, Purbaya Selesaikan Temuan BPK
1 jam yang lalu
Hapus Pajak JHT, Presiden...
Hapus Pajak JHT, Presiden Buruh Klaim Kantongi Restu Dirut BPJS Ketenagakerjaan
2 jam yang lalu
Harga Eceran Tertinggi...
Harga Eceran Tertinggi MinyaKita Berpotensi Naik, Begini Kata Mendag Budi
2 jam yang lalu
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
3 jam yang lalu
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved