Penjualan properti di Jabar diprediksi melambat

Senin, 02 September 2013 - 16:57 WIB
Penjualan properti di...
Penjualan properti di Jabar diprediksi melambat
A A A
Sindonews.com - Penjualan properti di Jawa Barat (Jabar) diperkirakan melambat setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis point dari 6,50 persen menjadi 7,00 persen.

Bendahara Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Indonesia (Apersi) Jabar, Aris Radarisman mengakui, meski BI hanya menaikkan BI Rate 50 basis point, namun dampaknya diperkirakan akan pada penurunan daya beli masyarakat disektor perumahan.

"Dampaknya bisa sangat besar. Penjualan properti bisa melambat hingga 30 persen," kata Aris di Bandung, Senin (2/9/2013).

Menurut dia, kenaikan BI Rate yang diikuti naiknya suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) oleh perbankan akan sangat memberatkan masyarakat. Di mana masyarakat dengan penghasilan terbatas, akan sangat sulit mengakses perumahan menengah dan mewah.

Selain itu, dampak kenaikan bunga KPR juga akan dirasakan masyarakat yang telah mengambil rumah dengan jumlah cicilan tertentu. Kenaikan BI Rate dipastikan akan diikuti penyesuaian bunga KPR oleh perbankan. Saat ini, lanjut Aris, hampir 90 persen pembeli perumahan menggunakan skema kredit KPR.

Atas kondisi tersebut, developer terpaksa menurunkan margin agar beban masyarakat tidak terlalu besar. Usaha tersebut dilakukan dengan meluncurkan program diskon, untuk menarik minat masyarakat.

"Di tengah kondisi perumahan yang seperti ini, kami tetap optimistis penjualan rumah tetap membaik. Apalagi backlog perumahan sedang dan mewah mencapai 1 juta unit. Sedangkan backlog perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mencapai tiga juta unit," beber dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kontribusi Industri...
Kontribusi Industri Properti Terhadap PDB
Re/Max Solusi Ajak Generasi...
Re/Max Solusi Ajak Generasi Muda Terlibat dan Investasi Properti
Pasar Properti Membaik,...
Pasar Properti Membaik, Industri Pendukung Properti Lakukan Ekspansi
Sektor Properti Bangkit...
Sektor Properti Bangkit di 2025, Program 3 Juta Rumah Jadi Pendorong
Industri Properti Berikan...
Industri Properti Berikan Dampak Positif ke Pasar Gipsum
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
7 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
7 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
8 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
9 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
9 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved